HOME » BERITA » JIKA DI TUBAN BORONG MOBIL, WARGA DESA DI KUNINGAN GANTIAN BORONG MOTOR

Jika di Tuban Borong Mobil, Warga Desa di Kuningan Gantian Borong Motor

Setelah Tuba, kini warga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang giliran menjadi sorotan. Mereka ramai-ramai membeli sepeda motor usai lahannya dibeli untuk Bendungan Kuningan.

Rabu, 24 Februari 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Jika di Tuban Borong Mobil, Warga Desa di Kuningan Gantian Borong Motor
Ilustrasi motor baru (Dok. Otosia.com)

OTOSIA.COM - Warga desa Sumurgeneng, Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sempat menghebohkan publik lantaran ramai-ramai membeli mobil. Mereka kaya mendadak usai tanahnya dibeli oleh Pertamina dengan harga cukup tinggi.

Rupanya fenomena borong kendaraan itu juga terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Aksi borong kendaraan tersebut dilakukan sejumlah warga terdampak proyek bendungan Kuningan, salah satunya di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.

Bedanya dengan warga di Tuban, warga Desa Kawungsari mayoritas ramai-ramai membeli sepeda motor setelah mereka mendapatkan uang ganti rugi lahan akibat proyek Bendungan Kuningan.

1 dari 4 Halaman

Warga Beramai-ramai Beli Kendaraan

Nilai ganti rugi yang didapat warga beragam, ada yang mendapat ratusan juta, bahkan hingga miliaran rupiah. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah untuk biaya ganti rugi lahan mencapai Rp 130 miliar.

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Desa Kawungsari, Kusto. Menurutnya, jumlah warga yang membeli kendaraan bermotor meningkat.

"Iya benar, sejak mendapat ganti rugi dari pemerintah banyak yang membeli kendaraan. Kami mencatat, ada penambahan sekitar 30 persen warga yang memiliki kendaraan seperti motor maupun mobil," ujarnya dikutip dari radarcirebon.com, Senin 22 Februari 2021.

2 dari 4 Halaman

Warga Diimbau Tidak Konsumtif

Menyikapi fenomena warganya yang ramai-ramai membeli kendaraan bermotor, Kusto mengingatkan, agar mereka tidak secara berlebihan menggunakan uangnya untuk membeli sesuatu.

Menurutnya, lebih baik uang yang diterima dapat dimanfaatkan untuk masa depan, seperti ditabung atau dibelikan sawah dan tanah.

"Sebetulnya sudah sering mengingatkan agar warga tidak terlalu konsumtif membeli sesuatu berlebihan, karena akan merugikan diri sendiri di masa mendatang. Justru yang perlu dipikirkan bagaimana bisa tetap mendapatkan penghasilan, saat kita pindah ke tempat baru," ucapnya.

3 dari 4 Halaman

Tak Ingin Melihat Warga Kesulitan Ekonomi

Dia mengaku, tidak ingin melihat warganya mengalami kesulitan ekonomi akibat perilaku konsumtif secara berlebihan. Sebab beberapa warga ada yang mendapat ganti rugi dengan nominal Rp 300 juta hingga Rp 1,2 miliar.

"Saya sendiri belum mendapat ganti rugi, karena masuk di tahap selanjutnya. Di sini masih ada 94 warga yang belum menerima pembayaran ganti rugi, katanya sih bisa selesai dalam dua minggu kedepan," tutupnya.

4 dari 4 Halaman

Kondisi Desa Saat Ini

Belakangan ini, warga Kawungsari juga sudah mulai berbenah mengemas perabotan dan barang-barang berharga mereka menjelang penggenangan Waduk Kuningan yang kini tinggal hitungan bulan.

Seperti yang dilakukan Asep Suja dan istrinya. Sejak sebulan ini dia telah mengumpulkan perabotan rumah seperti sofa, meja makan, kulkas dan lainnya ke dalam satu kamar tersendiri.

Ini dilakukan Asep untuk memudahkan pengangkutan saat tiba waktunya dia harus direlokasi ke rumah baru yang sudah disediakan pemerintah di Desa Sukarapih.

"Selain itu juga untuk menghindari agar tidak kebocoran karena beberapa atap rumah sudah mulai bocor. Kalau dibiarkan nanti malah rusak dan tidak bisa dibawa saat pindahan," ujar Asep.

Uang ganti rugi yang diberikan pemerintah untuk tanah dan rumah yang dibangunnya tahun 2012 lalu, menurut Asep, terbilang sepadan untuk penghidupannya di tempat baru nanti.

"Saya harus merelakan semuanya. Tanah kelahiran, kenangan saat kecil dulu bermain bersama teman-teman, mandi di sungai hingga saya dewasa dan bisa membangun rumah bersama istri dari hasil jualan di Cirebon, semuanya bakal tenggelam menjadi bendungan," ucapnya.

Penulis: Razdkanya Ramadhanty

Sumber: Dream.co.id

BERI KOMENTAR