HOME » BERITA » TAK MAU KALAH, TNI JUGA BERIKAN DUKUNGAN UNTUK KUSTOMFEST

Tak Mau Kalah, TNI Juga Berikan Dukungan untuk Kustomfest

Minggu, 07 Oktober 2018 14:45 Editor : Dini Arining Tyas
Foto by Nazarudin Ray

OTOSIA.COM - Kesuksesan Kustomfest dalam beberapa kali penyelenggaraan turut mengundang perhatian dari sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah maupun kementerian terkait hingga Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian.

Pada Kustomfest 2018 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) 6-8 Oktober 2018, pernyataan dukungan langsung datang dari Kementrian Pariwsisata melalui program Wonderful Indonesia serta dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dukungan juga datang dari Polda DIY dan TNI. Tidak heran jika pembukaan Kustomfest 2018 yang bertema ‘Color of Difference’ turut dihadiri petinggi TNI dan Kepolisian di DIY. Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI M Zamroni, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Tedi Rizaldihadi, Danlanal DIY Kolonel Laut Arya Delano dan Gubernur AAU Marsda TNI Ari Mulyo Handoko, yang turut hadir dalam event kali ini.

Foto by Nazarudin Ray

“Saya seperti sedang masuk ke dunia lain saat turun dari ruang tunggu di lantai 2 menuju hall utama JEC. Kreasi anak-anak bangsa ternyata begitu luar biasa, saya sangat kaget bahwa karya-karya di sini sangat luar biasa, indah,” ujar Gubernur AAU, Marsda TNI Sri Mulyo Handoko saat memberikan sambutan pembukaan acara.

Secara khusus, Gubernur AAU juga menyampaikan apresiasi atas pemilihan tema Kustomfest 'Color of Difference' yang mengangkat warna perbedaan. Menurutnya, di masa menuju tahun politik, masyarakat Indonesia perlu terus diingatkan untuk memahami perbedaan sebagai hal yang indah.

“Kita dalam situasi politik yang mulai berbeda di masa pemilu tahun depan, perbedaan kecil bisa menjadi sangat besar, kerap pandangan kita menjadi sempit yang akhirnya hanya berujung kita yang benar dan mereka salah. Warna perbedaan inilah yang harus kita angkat terus bahwa perbedaan itu indah,” imbuh Sri Mulyo.

Foto by Nazarudin Ray

Selain dari TNI AU, perwakilan Kementrian Pariwisata RI turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kustomfest dalam menghadirkan acara yang dinilai membangkitkan gairah pariwisata minat khusus di DIY.

“Kegiatan ini sangat dinantikan insan kustom dan dampaknya cukup positif mendatangkan wisatawan lokal hingga mancanegara. ini luar biasa dan kami mendukung sekaligus menyampaikan selamat pada Kustomfest,” tukas Iqbal Alamsyah, perwakilan dari Kementerian Pariwisata.

Selain itu pemerintah juga mendukung program Indonesia Attack yakni upaya para builder tampil di ajang bergengsi internasional Yokohama Hot Rod Custom Show 2018 pada Desember tahun ini di Jepang.

”Kustoimfest telah menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi kreatif dengan segala konten yang dimilikinya. Komitmen kita tahun ini dengan membuka paviliun yang bisa digunakan oleh para kreatif untuk tampil dan juga terhadap Indonesia Attack,” ujar Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf.

Foto by Nazarudin Ray

Sementara Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menyatakan bahwa tema warna perbedaan mampu menginspirasi banyak anak muda Indonesia untuk berkreasi sekaligus memaknai lebih dalam perbedaan di negara ini.

“Kita ingin ingatkan Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun atas dasar perbedaan dan kami ingin mengingatkan mulai dari anak-anak kustom. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan tapi hal indah dan disyukuri, Color of Difference,” ungkapnya.

Selain itu menghadirkan pesawat pertama buatan anak Indonesia RI-X WEL dilakukan bukan hanya untuk mendekatkan diri dengan TNI, namun lebih pada apresiasi karya kustom anak bangsa yang ternyata sudah dimulai sejak masa lampau.

“Kita saat ini harus bisa lebih kreatif dalam segala kenyamanan yang ada. Pendahulu kita sudah membuktikan bisa membuat pesawat dan menerbangkannya dari Maos Pati ke Adi Sucipto. Ini diharapkan insan kreatif kita harus punya spirit untuk bisa lebih baik dalam berkarya,” pungkasnya.

Kustomfest 2018 sendiri diikuti oleh 155 motor kustom dengan berbagai model dari berbagai kota di Indonesia. Sementara di kategori mobil diikuti 28 kendaraan.

Reporter : Nazarudin Ray

 (kpl/nzr/tys)

BERI KOMENTAR