HOME » BERITA » TAK PATUH ATURAN, POLISI AMANKAN MOTOR YANG PAKAI SIRENE DAN STROBO

Tak Patuh Aturan, Polisi Amankan Motor yang Pakai Sirene dan Strobo

Pemakaian sirene dan strobo atau lampu rotator telah diatur. Dua komponen tambahan itu hanya boleh dipakai oleh kendaraan tertentu, seperti mobil patroli polisi atau ambulance dan mobil pemadam kebakaran.

Senin, 08 Juli 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Patuh Aturan, Polisi Amankan Motor yang Pakai Sirene dan Strobo
Polisi amankan pengguna sirine dan strobo (Facebook/TMC Polrestabes Bandung)

OTOSIA.COM - Pemakaian sirene dan strobo atau lampu rotator telah diatur. Dua komponen tambahan itu hanya boleh dipakai oleh kendaraan tertentu, seperti mobil patroli polisi atau ambulance dan mobil pemadam kebakaran.

Tapi tak sedikit kendaraan pribadi yang ikut memakai sirene dan strobo. Entah tujuan pastinya apa, yang jelas penggunaan sirene dan strobo untuk kendaraan pribadi menyalahi aturan.

Sebab penggunaan dua aksesori itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 59. Dalam pasal tersebut tertulis bahwa penggunaan sirene dan strobo yang bukan untuk mobil yang siebutkan adalah menyalahi aturan yang berlaku.

Jika tetap memaksa memasang dua aksesori itu, siap-siap saja berurusan dengan polisi. Seperti yang terjadi di wiliayah hukum Plrestabes Bandung. Polisi mengangkut motor yang memakai sirene dan strobo.

Pada akun Facebook TMC Polrestabes Bandung, motor tersebut diketahui tengah melakukan pengawalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

"Satuan lalulintas Polrestabes Bandung mengamankan pengendara yang melakukan pengawalan menggunakan motor pribadi dengan menggunakan sirine dan mengganggu pengguna jalan lainnya," tulisnya.

1 dari 1 Halaman

Aturan Pemakaian Lampu

Tak Patuh Aturan, Polisi Amankan Motor yang Pakai Sirene dan StroboAturan Pemakaian Lampu

Menurut UU yang berlaku, lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Lampu isyarat merah dan sirene digunakan kendaraan bermotor, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan mobil jenazah.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, Pasal 23 menjelaskan, lampu utama dekat maupun jauh harus berwarna putih atau kuning muda.

Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip. Lampu rem berwarna merah, lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda, dan lampu posisi belakang berwarna merah.

Lampu mundur berwarna putih (kecuali sepeda motor), lampu penerangan pelat nomor belakang berwarna putih, lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip. 

Lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratur) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang. Dan alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang kendaraan bermotor.

 

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR