HOME » BERITA » TAK PERNAH DITEGUR, SEORANG WARGA BANGUN TEMBOK UNTUK BLOKIR JALAN UMUM

Tak Pernah Ditegur, Seorang Warga Bangun Tembok untuk Blokir Jalan Umum

Seorang warga merasa sakit hati lantaran merasa tak dihargai tetangganya. Dia pun memutuskan memblokir akses jalan umum yang diketahui juga merupakan bagian tanah miliknya.

Kamis, 06 Agustus 2020 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Pernah Ditegur, Seorang Warga Bangun Tembok untuk Blokir Jalan Umum
Blokir jalan (Instagram/ndorobeii)

OTOSIA.COM - Dua sisi tembok yang dibangun di tengah jalan umum sehingga warga pun tak bisa mlintas di jalan tersebut. Potret jalan yang diblokir itupun menjadi viral usai dibagikan di media sosial.

Dilansir dari Merdeka.com, rupanya warga di Desa Gading Tanon, Sragen, Jawa Tengah, yang membangun tembok itu merasa kesal karena tak pernah ditegur dan dihargai oleh warga lain. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga tengah terlibat adu mulut dengan orang yang melakukan penutupan akses jalan tersebut.

Pada unggahan Instagram @ndorobeii, jalanan itu tampak tak telalu besar. Si penutup membangun dua tembok melintang di tengah jalan menggunakan batu batako.

1 dari 4 Halaman

Menurut informasi yang beredar, tanah yang dipagari itu termasuk bagian dari tanah milik si penutup jalan. Hanya saja, tanah itu dijadikan sebagai jalan umum masyarakat dan sudah dicor menggunakan semen dari hasil Dana Desa.

Sejumlah warga juga tampak sedang ditengahi oleh beberapa anggota polisi. Mereka terlihat mempertahankan pendapat masing-masing.

 

2 dari 4 Halaman

Video itu pun memancing beragam tanggapan dari netizen.

"Serba salah pemilik tanah,melas," kata @handonobagas.

"Padahal bisa jadi ladang pahala tuh," kaya @storytahugezrot_ 

"Tanah kakek di Bandung Kota juga sebagian ada yg dijadiin jalan umum, dan ada aja org yg bilang jalannya kurang gede padahal dikasih jalan bisa masuk mobil. Disitu saya mengerti apa yg ibu ini rasakan, ya walaupun jgn tbtb ditutup bu,"komentar @muhdaud45. 

"tanah pribadi ya wajar aja," kata @imamalyudi. 

"Kaya mati ntar bisa masuk kuburan sendiri ,inget mati yg ngurus kita pertama kali pasti tetangga , berbagi jalan aja kaga mau," kata @elanggachandra.

"Itu hak yang punya tanah.. kadang perlu melakukan hal ekstrim, agar warga di lingkungannya 'peka'," tulis @satriadepe.

3 dari 4 Halaman

Dibongkar

 

 

Tak beberapa lama, setelah menjalani proses musyawarah, tembok tersebut akhirnya dibongkar pada Selasa (4/8/2020). Setelah bernegosiasi, kabarnya pemilik tanah juga setuju untuk memberikan satu meterlahannya sebagai akses jalan warga.

Proses pembongkaran pagar tersebut pun dibantu oleh sejumlah warga, perangkat desa setempat, dan anggota TNI serta Polri. Berikut videonya:

 

4 dari 4 Halaman

BERI KOMENTAR