HOME » BERITA » TAK SENGAJA SALAH PESAN OJOL, MAHASISWA DIPERAS DAN DISURUH TELANJANG

Tak Sengaja Salah Pesan Ojol, Mahasiswa Diperas dan Disuruh Telanjang

Seorang mahasiswa yang salah pesan ojol harus membayar sejumlah uang dan diminta untuk telanjang, di Malaysia.

Kamis, 05 November 2020 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tak Sengaja Salah Pesan Ojol, Mahasiswa Diperas dan Disuruh Telanjang
Ilustrasi e-hailing (The Edge of Market via WOB)

OTOSIA.COM - Seorang mahasiswa berusia 18 tahun di Malaysia terpaksa harus mengadukan perilaku tak menyenangkan driver e-hailing alias ojol kepada polisi. Laporan itu adalah imbas salah pesan yang dilakukan oleh si mahasiswa.

Dilansir dari World of Buzz, peristiwa itu bermula ketika mahasiswa mengunduh aplikasi e-hailing ride di handphonenya sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Kemudian dia tidak sengaja memesan tumpangan di rumahnya di Hiliran Ampang.

Dia langsung membatalkan pemesanan, tetapi si driver e-hailing menghubunginya. Driver memarahinya dan menuduhnya membaut pemesanan palsu, seperti dijelaskan oleh ACP Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid dari Departemen Investigasi Kriminal Kuala Lumpur yang dilansir Harian Metro.

1 dari 2 Halaman

Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa tersangka mengiriminya tiga pesan WhatsApp. Selain memarahinya, dalam pesan driver meminta bertemu malam itu juga.

"Korban setuju untuk bertemu agar bisa mambayar ongkos e-hailing sebesar RM 25,5 (Rp 88 ribuan) sebagai kompensasi. Mereka bertemu di rumah mahasiswa keitar pukul 01.10, mahasiswa itu meminta maaf dan memberikan uang kompensasi kepada driver," tambah Nik Ros Azhan.

Namun, tersangka mengancam mahasiswa tersebut dan mengatakan akan membuat laporan polisi jika mahasiswa itu tidak telanjang di depannya. Menurut laporan dari Sinar Harian, korban juga dipaksa mengirimkan uang RM 200 ke rekening driver.

2 dari 2 Halaman

Driver itu juga mengancam akan menyebarkan video telanjang mahasiswa ke internet jika tidak melakukan transaksi lain senilai RM 2.000 dalam dua hari ke depan.

Mahasiswa itu lantas membuat laporan polisi ke Kantor Polisi Pudu lantaran merasa keselamatannya terancam. Polisi kini tengah memroses laporan itu.

"Polisi telah mengidentifikasi tersangka yang berasal dari Penang dan medang melacaknya untuk membantu penyelidikan sesuai dengan pasal yang berlaku," tandasnya.

BERI KOMENTAR