HOME » BERITA » TAK TERDUGA, BEGINI PENGAKUAN BMW SOAL PENJUALAN DI INDONESIA

Tak Terduga, Begini Pengakuan BMW Soal Penjualan di Indonesia

Berbicara soal mobil Eropa di Indonesia, ada dua merek yang menarik, BMW dan Mercedes-Benz. Bagaimana persaingan keduanya?

Senin, 20 Mei 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Logo BMW (SABC News)

OTOSIA.COM - Mobil Eropa di pasar Indonesia memang tak semenjamur mobil Jepang. Tapi mobil-mobil Eropa pada dasarnya punya pasar sendiri.

Dua merek yang cukup menarik perhatian adalah BMW dan Mercedes-Benz. Tapi soal penjualan, BMW tampak tertinggal dari rivalnya itu beberapa tahun belakangan.

Vice President of Sales BMW Indonesia, Bayu Riyanto mengaku hal itu lantaran beberapa faktor. Salah satunya karena kapasitas produksi yang tersedia saat ini masih belum sebesar Mercedes-Benz.

"Sebetulnya dari kapasitas. Kita tahu kapasitas kami belum sebesar Mercedes-Benz. jadi memang ini sedang growing. Memang kami dalam kondisi growing itu butuh produk, tipe, dan sales marketing yang segala macam. makanya kami lagi butuh ke arah sana," kata Bayu di Jakarta, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Selain itu, soal pembatasa CKD jgua dinilai sebagai salah satu penyebab penjualan BME berada di bawah Mercedes-Benz.

"Iya CKD juga. Iya kita lihat memang berapa banyak kapasitas dengan kondisi yang ada. Berapa yang kita tawarkan ke market, hal itu sih memang yang saya lihat," ujarnya.

Dari sisi permintaan, Bayu mengakui model yang ditawarkan Mercedes-Benz jauh lebih banyak dibandingkan BMW.

"Kalau permintaan sendiri kita total kalau portofolio ada beberapa model yang kami enggak ada (Dibandingkan Mercedes-benz). Kayak GLS ada di Mercy, tapi di kami enggak ada. Nah baru tahun ini kami ada X7. Jadi kalau begitu (ada modelnya) kita bisa head to head," tutur Bayu.

Jika mengejar dari sisi penjualan, BMW Indonesia mengaku bisa saja pihaknya menghadirkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun hal itu enggan dilakukan sebagai wujud komitmen menjaga kualitas kendaraan.

"Jadi menurut saya kalau mau naik sebenarnya gampang, iya tingga kita butuh kendaraan yang lebih murah lagi. Tapi komitmen BMW menjaga kualitas kan," lanjut Bayu.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun lalu menunjukkan penjualan ritel BMW berada di angka 2.360 unit. Jumlah itu tertinggal dari Mercedes-Benz yang berhasil mencapai 3.859 unit. Tahun 2017 BMW juga tertinggl. BMW hanya berhasil menjual 2.800 unit, sedangkan Mercedes-Benz mencapai 2.286 unit.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR