HOME » BERITA » TANJUNG PRIOK TERLALU PADAT, PELABUHAN PATIMBAN DINILAI LEBIH COCOK JADI JALUR EKSPOR MOBIL CBU

Tanjung Priok Terlalu Padat, Pelabuhan Patimban Dinilai Lebih Cocok jadi Jalur Ekspor Mobil CBU

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai ekspor mobil CBU lebih efisien jika melewati pelabuhan Patimban. Sebab, pelabuhan Tanjung Priok saat ini sudah terlalu padat.

Sabtu, 09 Januari 2021 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tanjung Priok Terlalu Padat, Pelabuhan Patimban Dinilai Lebih Cocok jadi Jalur Ekspor Mobil CBU
Ekspor mobil (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pelabuhan Patimban dinilai akan menjadi jalur yang lebih efisien untuk pengiriman mobil dari kawasan industri sekitar Karawang, Banten. Tak hanya pengiriman untuk pasar dalam negeri, melainkan juga pasar luar negeri.

"Demikian pula dengan pengiriman mobil CBU terutama dari sekitar kawasan industri di sekitar Karawang lebih efisien dilakukan melalui Patimban. Baik tujuan ekspor maupun antar pulau," ujar Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam acara Publik Expose Pelabuhan Patimban : Wajah Modern Pelabuhan di Indonesia, Kamis (7/1/2021).

Menurutnya, kondisi Pelabuhan Tanjung Priok saat ini sudah terlalu padat, sehingga kerap menimbulkan kemacetan mulai dati ruas jalan Bekasi sampaiJakartaataupun sebaliknya. "Patimban akan memperkuat keberadaan Tanjung Priok yang sudah terlalu padat dan menimbulkan kemacetan di ruas jalan bekasi dan Jakarta atau sebaliknya," terangnya.

1 dari 1 Halaman

Selain itu, telah rampungnya pembangunan untuk terminal otomotif. Dan hampir selesainya pengerjaan terminal peti kemas di tahap pertama diyakini akan mempercepat proses bongkar muat petikemas (dwelling time) di pelabuhan.

"InsyaAllah dalam waktu dekat ini akan terjadi satu recovery dengan selesainya konstruksi terminal otomotif tersebut di tahap pertama, yang segera di susul terminal peti kemas tahap pertama. Kita dapat memulai dengan prinsip efisiensi biaya dan waktu untuk beroperasinya Patimban," tegasnya.

Lebih lanjut, dia melaporkan, produksi mobil CBU dalam negeri pada 2019 lalu mencapai 1,2 juta unit. Adapun jumlah penjualan mencapai 1 juta unit dengan komposisi untuk penjualan ekspor mencapai 332 ribu unit.

"Adapun, berdasarkan data Gakindo bahwa tahun 2019 ekspor mobil Indonesia sebanyak 332 ribu CBU. Produksi tercatat 1,2 juta CBU, penjualan sebanyak 1 juta CBU," tandasnya.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR