HOME » BERITA » TANPA DUKUNGAN PEMERINTAH, KIAT ESEMKA BAKAL 'LOYO'

Tanpa Dukungan Pemerintah, Kiat Esemka Bakal 'Loyo'

Jum'at, 06 Januari 2012 10:38

Tanpa Dukungan Pemerintah, Kiat Esemka Bakal 'Loyo'
Kiat Esemka
Editor : Alvin

Otosia.com - H Sukiyat, pimpinan Kiat Motor Klaten, adalah tokoh dibalik pembuatan mobil yang kini tengah digadang-gadang untuk menjadi mobil nasional, Kiat Esemka. Nama Kiat Esemka pun merupakan gabungan dari nama Sukiyat (biasa dipanggil Kiat) dan SMK yang ditulis sesuai dengan pelafalannya: 'Esemka'.

Munculnya ide pembuatan Kiat Esemka berawal dari keprihatinannya terhadap salah satu SMK Negeri di Klaten yang kurang diminati masyarakat, karena SMK tersebut selama ini hanya mengandalkan jurusan pertanian.

Sebagai wakil ketua komite SMK tersebut, Sukiyat mengawali gebrakan di tahun 2009. Dengan memanfaatkan mesin mobil Toyota Corn sebagai obyek praktik, Sukiyat pun membimbing siswa SMK yang magang. Alhasil, selama dua bulan para siswa mampu merangkai mesin sampai hampir jadi. Begitu pula halnya dengan praktek pembuatan bodi mobil, yang membutuhkan percobaan hingga beberapa kali.

"Sebab, untuk membentuk bodi dan lantai mobil, dibutuhkan ketelitian. Salah sedikit saja ukurannya, berpengaruh pada rangkaian yang akan digabungkan. Sangat banyak percobaan yang dilakukan. Saya sampai lupa," ungkap pria kelahiran Klaten, 22 April 1957, tersebut.

Hingga suatu saat Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno, dari Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbud), datang berkunjung ke bengkelnya, Joko pun langsung meminta Sukiyat untuk membina siswa SMK agar merangkai mobil sendiri tanpa menggunakan mesin pabrik.

Dari situlah motivasi untuk membangun Kiat Esemka mulai muncul. Setelah cukup lama menunggu, hingga sekitar 2,5 bulan, Kiat Esemka yang pertama pun selesai dirangkai. Lamanya waktu pengerjaan itu disebabkan masih banyaknya komponen yang harus diburu ke toko otomotif atau dibuat sendiri.

Mulai onderdil mesin, porseneling, sampai pembuatan lantai mobil. Pengerjaan teknis merangkai mobil ditangani seluruhnya oleh siswa SMK yang PKL dan diawasi langsung oleh Sukiyat, serta guru pembimbing dari SMK tersebut.

Bukan hanya SMK yang berminat terhadap mobil-mobil tersebut. Wali Kota Solo Joko Widodo sudah mengambil dua unit untuk kendaraan dinas dirinya dan Wakil Wali Kota. Saat ini, Bupati Klaten Sunarna juga memesan dua unit.

Kiyat menegaskan, merek mobil Kiat Esemka tersebut sudah dipatenkan. Namun, karena masih terkendala izin dan administrasi, mobil itu belum bisa diproduksi secara masal. Sebab, untuk memproduksi mobil, diperlukan persyaratan yang cukup rumit. Dia berharap pemerintah membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Terkait dengan kualitas, Kiyat mengklaim berani bersaing dengan mobil keluaran pabrik. Bahkan, pernah dilakukan test drive mobil tersebut dengan jarak Jakarta - Surabaya, perbandingan konsumsi bahan bakarnya mencapai 1 liter : 12 kilometer, dengan isi silinder 1.500 cc.

Untuk harga, Kiat Esemka jauh lebih terjangkau jika dibanding mobil keluaran pabrik. Satu unit Kiat Esemka hanya dibanderol Rp 95 juta.   (kpl/bun)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-5-3
detail

BERITA POPULER