HOME » BERITA » TANPA KORBAN JIWA, KEBIJAKAN LOCKDOWN DI VIETNAM SUKSES BESAR

Tanpa Korban Jiwa, Kebijakan Lockdown di Vietnam Sukses Besar

Vietnam yang berbatasan langsung dengan China, berhasil membuat kebijakan lockdown yang sama sekali tidak menghasilkan korban jiwa.

Minggu, 26 April 2020 11:00 Editor : Nurrohman Sidiq
Tanpa Korban Jiwa, Kebijakan Lockdown di Vietnam Sukses Besar
Ilustrasi Bendera Vietnam (Liputan6.com/AFP)

OTOSIA.COM - Vietnam merupakan negara yang sukses besar dengan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Negara yang berbatasan langsung dengan China itu berhasil menyelamatkan warganya hingga mencatatkan tidak adanya korban jiwa akibat virus itu.

Lockdown dimulai pada awal April lalu sehingga banyak bisnis yang harus tutup, tetapi kini sudah dilonggarkan.

Lantas apa rahasia Vietnam? Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi, pemerintah setempat berhasil mengambil respons cepat, sehingga virus bisa dibendung.

"Jadi kebijakannya cepat di lapangan. Dan itu mungkin yang membantu sehingga kasusnya tidak banyak merebak," ujar Dubes Ibnu Hadi dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Ibnu Hadi juga menjelaskan lebih dalam bahwa Vietnam membuat rakyatnya patuh dengan membuka identitas masyarakat bila terpapar virus Corona.

Lalu apa lagi? Berikut 5 jurus Vietnam saat lockdown demi menangkal Virus Corona, seperti yang dikutip dari wawancara bersama Dubes Ibnu Hadi:

1 dari 6 Halaman

"Jadi kebijakannya cepat di lapangan. Dan itu mungkin yang membantu sehingga kasusnya tidak banyak merebak," ujar Dubes Ibnu Hadi dalam wawancara eksklusif bersama Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Ibnu Hadi juga menjelaskan bahwa Vietnam membuat rakyatnya patuh dengan membuka identitas masyarakat bila terpapar virus Corona.

Lalu apa lagi? Berikut 5 jurus Vietnam saat lockdown demi menangkal Virus Corona, seperti yang dikutip dari wawancara bersama Dubes Ibnu Hadi:

2 dari 6 Halaman

1. Pemerintah Tidak Meremehkan Virus Corona

Pemerintah Vietnam tidak menganggap enteng Virus Corona baru. Ketika ramai kabar Virus Corona di China, segala acara yang memancing keramaian langsung dicegah.

Antisipasi Vietnam mengingat negaranya dekat dengan China, sehingga otomatis situasi mereka lebih berisiko.

"Begitu di China ramai, mereka langsung waspada," kata Dubes Ibnu Hadi.

"Jadi saya perhatikan seminggu sebelum hari raya Imlek atau tahun baru Lunar, tahun baru China yang jatuh pada 26 Januari mereka sudah ambil ancang-ancang. Di sini namanya Imlek kan banyak kemeriahan ada kembang api, ada perayaan, itu tidak ada. Langsung di-cut. Jadi tidak ada massa berkumpul," ujar Dubes Ibnu.

3 dari 6 Halaman

2. Identitas yang Terinfeksi Virus Corona Diungkap

Dubes Ibnu Hadi berkata Vietnam memakai cara yang sangat tegas, salah satunya dengan membuka identitas orang yang kena Virus Corona. Tempat-tempat yang dikunjungi orang tersebut juga dilacak.

"Dalam hal penangangan kasus, saya lihat juga mereka all-out dalam pengertian sampai ke titik agak mencampuri urusan pribadi atau privacy. Jadi kalau ada satu kasus itu kita langsung tahu namanya siapa, alamatnya di mana, dia itu ke mana saja," ucap Dubes Ibnu Hadi.

Lewat kebijakan ini, semua orang tahu di mana lokasi orang yang terinfeksi Virus Corona baru.

"Kita semua tahu di daerah sini ada penderita COVID-19. Jadi kelihatan dan di-list mereka ke mana saja. Jadi kalau dia ke supermarket, supermarketnya tutup. Kalau dia ke karaoke, karaokenya tutup. Kalau ke restoran, restoran ini tutup," ujar Dubes Ibnu Hadi.

4 dari 6 Halaman

3. Koordinasi Pemerintah Bisa Koordinasi

Sistem pemerintahan di Vietnam amat sentralistis, sehingga pusat bisa cepat mengambil keputusan. Dubes Ibnu Hadi berkata ini membuat kebijakan melawan Virus Corona bisa cepat tanpa perdebatan.

"Dia pemerintahannya sentralistis sehingga apa yang diputuskan pimpinan langsung bergerak ke tingkat paling bawah tanpa diskusi atau argumentasi. Jadi once it is decided, semua bergerak. Jadi kebijakannya cepat di lapangan. Dan itu mungkin yang membantu sehingga kasusnya tidak banyak merebak," jelasnya.

5 dari 6 Halaman

4. Rakyat Bisa Tertib dan Patuh

Penegakan hukum di Vietnam cenderung kuat. Rakyat juga patuh dan langsung bubar sendirinya jika masih berkerumun ketika lockdown.

Banyak bisnis di Vietnam tutup ketika lockdown, dan jika ada orang ketahuan berkeliaran tanpa tujuan saat lockdown maka akan disuruh pulang.

"Ini Vietnam adalah negara komunis sosialis. Nama resminya Republik Sosialis Vietnam, jadi negara di atas segala-galanya. Jadi rakyatnya patuh," kata Dubes Ibnu Hadi.

"Cirinya negara sosialis komunis itu law enforcement-nya kuat, rakyat patuh, dan memang takut kepada aparat sehingga itu olahraga pagi saja begitu, didekati (oleh petugas) mereka langsung bubar saya lihat sendiri jadi patuh. Dan tidak banyak ada yang berbantah, semuanya mengikuti," jelas sang dubes.

6 dari 6 Halaman

5. Mengikuti Saran WHO

Dubes Ibnu Hadi berkata Vietnam selalu berkoordinasi dengan WHO. Segala saran yang diberikan WHO juga diterapkan.

"Mereka sejak awal itu mereka selalu in close coordination with WHO. WHO punya kantor juga di sini, jadi segala advice yang disampaikan WHO saya berpikir Vietnam langusng menerapkan, sehingga mereka mendapat pujian dari WHO," tegas Dubes Ibnu Hadi.

Untuk membaca wawancara lengkap bersama Dubes Ibnu Hadi, klik di sini.

Source: Liputan6.com

BERI KOMENTAR