HOME » BERITA » TARIF PARKIR AKAN MEROKET DI JAKARTA DIKRITIK TOKOH PEMUDA BETAWI

Tarif Parkir Akan Meroket di Jakarta Dikritik Tokoh Pemuda Betawi

Rencana Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir menuai kritikan tokoh pemuda Betawi.

Rabu, 30 Juni 2021 08:45 Editor : Nazarudin Ray
Tarif Parkir Akan Meroket di Jakarta Dikritik Tokoh Pemuda Betawi
Ilustrasi parkir motor (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Rencana Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir dengan tarif tertinggi mencapai Rp60.000/jam untuk mobil dan Rp18.000/jam untuk motor menuai pro dan kontra.

Kritikan datang dari Lembaga Network Society Indonesia. Menurut Ihsan Suri, Direktur Media di Lembaga Network Society Indonesia, kebijkan tersebut dinilai tidak tepat diberlakukan saat ini mengingat masyarakat masih terkena efek pandemi COVID-19.

1 dari 3 Halaman

Sebab, kata dia, pandemi yang sudah berlangsung selama setahun ini terbukti sudah memukul perekonomian rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Jakarta.

"Seharusnya, Pemprov memikirkan cara bagaimana mengembalikan daya beli masyarakat Jakarta, bukan malah mencari jalan pintas menaikkan tarif parkir," tegas tokoh pemuda Betawi ini.

2 dari 3 Halaman

Seperti diketahui, saat ini Pemprov bersiap untuk menyesuaikan tarif parkir maksimal untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum seraya mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara menyesuaikan tarif parkir maksimal kendaraan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017.

Dalam penjelasan Dishub DKI, tarif parkir maksimal akan diberlakukan bagi kendaraan Golongan A dan Golongan B yang parkir di koridor KPP (Kawasan Pengendali Parkir). Ini merupakan lokasi di mana jalan utamanya sudah terintegrasi dengan angkutan umum massal.

3 dari 3 Halaman

Tarif parkir Golongan A untuk mobil bisa mencapai Rp 60.000 dan Golongan B Rp 40.000 per jam. Kemudian untuk tarif parkir motor di KPP Golongan A diusulkan paling tinggi Rp18.000 dan Golongan B paling tinggi Rp12.000 per jam. Besaran tarif itu akan berlaku untuk "onstreet" dan "offstreet" pada lahan milik Pemprov DKI.

Padahal, tarif parkir mobil Golongan A yang berlaku saat ini paling tinggi hanya Rp 9.000 dan untuk golongan B paling tinggi Rp 6.000. Sementara itu untuk tarif parkir motor yang paling tinggi Rp4.500 untuk golongan A dan Rp 3.000 untuk Golongan B. Angka-angka tadi adalah tarif/jam.

"Ini adalah salah satu cermin betapa Pemprov tidak peka terhadap kondisi perekonomian masyarakat," pungkas Ihsan yang juga pengamat ini.

BERI KOMENTAR