HOME » BERITA » TARIF PARKIR DI JAKARTA BAKAL NAIK, INI KATA WAGUB DKI

Tarif Parkir di Jakarta Bakal Naik, Ini Kata Wagub DKI

Ini tanggapan Wagub DKI Jakarta terkait penyesuaian tarif parkir kendaraan

Rabu, 23 Juni 2021 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Tarif Parkir di Jakarta Bakal Naik, Ini Kata Wagub DKI
Pengendara mobil dan motor saat masuk parkiran (Liputan6.com/Faizal Fanani)

OTOSIA.COM - Tarif parkir kendaraan di DKI Jakarta akan disesuaikan. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, rencana penyesuaian tarif parkir maksimal masih dalam tahap pengkajian.

Lebih lanjut, Riza menjelaskan bahwa penyesuaian tarif parkir bertujuan agar mobilitas dengan kendaraan pribadi bisa ditekan.

"Kita upayakan supaya orang pindah ke transportasi publik," ucap Riza di Balai Kota, Selasa (22/6/2021) malam.

1 dari 4 Halaman

Berhubung rencana penyesuaian tarif parkir masih dalam tahap kajian, Riza menjelaskan ada berbagai faktor pertimbangan rencana tersebut. Seperti peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat, sekaligus mempertimbangkan volume lalu lintas kendaraan di jalan.

Kendati demikian, Riza tidak membenarkan pertimbangan upaya mengurangi kemacetan hanya dilakukan dengan cara menaikkan tarif parkir.

"Ya mengurangi kemacetan tidak hanya satu sumber, tidak hanya melalui parkir, banyak lainnya. Tapi itu sangat terkait ya satu sama lain terintegrasi baik," tandasnya.

2 dari 4 Halaman

Diketahui, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif parkir melalui revisi Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2017. Perubahan tarif parkir tertinggi untuk mobil sebesar Rp 60.000, sedangkan sepeda motor Rp 18.000.

Kasubag Tata Usaha UP Perparkiran Dinas Perhubungan, Dhani Grahutama, menjelaskan penyesuaian tarif maksimal parkir nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan golongan A dan B.

3 dari 4 Halaman

Golongan A adalah jalur di mana dilintasi layanan transportasi umum, sedangkan golongan B jalur di mana tidak dilintasi layanan transportasi umum.

"Tarif usulan on street tarif batas maksimal hingga sampai Rp 60.000 per jam kemudian golongan B itu sampai Rp 40.000 per jam," ucap Dhani dalam diskusi virtual dikutip pada Rabu (23/6).

Selain on street, Pemprov DKI juga berencana menyesuaikan tarif parkir off street. Perlu diketahui maksud dari parkir on street adalah parkir di sisi bahu jalan, sementara parkir off street berada di area khusus parkir di luar bahu jalan.

4 dari 4 Halaman

Dua Klasifikasi

Untuk parkir off street, Pemprov akan membaginya menjadi dua klasifikasi, yaitu lokasi Pemda dan berada di dalam koridor transportasi umum. Kemudian, lokasi yang tidak dilintasi transportasi umum.

Dhani memberi contoh, parkir di area Pemda seperti di IRTI Monumen Nasional (Monas). Lokasi tersebut merupakan lokasi yang dilintasi transportasi umum. Untuk kendaraan mobil akan dikenakan tarif berkisar Rp 5.000 sampai Rp25.000, sedangkan tarif motor Rp 4.000 sampai Rp 10.000.

Sementara itu, tarif parkir mobil di lokasi off street yang tidak dilintasi transportasi umum sebesar Rp5.000 sampai Rp10.000. Sedangkan tarif motor Rp1.000 hingga Rp3.000.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR