HOME » BERITA » IMI AKAN TERBITKAN PANDUAN STRANDAR NAIK MOTOR BERKELOMPOK

IMI Akan Terbitkan Panduan Strandar Naik Motor Berkelompok

Guna menekan kecelakaan, Ikatan Motor Indonesia akan menerbitkan BJB Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok dan touring.

Jum'at, 25 September 2020 14:15 Editor : Nazarudin Ray
IMI Mobilitas membuat video panduan lewat touring (IMI)

OTOSIA.COM - Di Indonesia tercatat ada lebih dari 2.800 kecelakaan dan lebih dari 548.000 pelanggaran lalu lintas. Sepeda motor menjadi kendaraan penyumbang terbesar kecelakaan di Indonesia. Ini juga sebanding dengan jumlah populasi sepeda motor di Indonesia.

Pemilik kendaraan roda dua di Indonesia sudah hampir melampaui 120 juta, dan mengalami pertumbuhan 9 persen, sedangkan pertumbuhan jalan hanya 1,9 persen.

Besarnya populasi roda dua di Indonesia, dan untuk mengurangi kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di Indonesia, Ikatan Motor Indonesia (IMI) menerbitkan 'Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok'.

Dalam pembuatan standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok, IMI menugaskan satu tim khusus yaitu Tim Mobilitas untuk menghasilkan standarisasi dalam bentuk buku dan video panduan.

Pembuatan video panduan ini menjadi sangat istimewa karena akan menjadi panduan standarisasi yang pertama diterbitkan di Indonesia. Tak hanya itu, panduan ini akan menjadi yang pertama diterbitkan di dunia setelah 13 tahun. Panduan berkendara berkelompok terakhir dibuat oleh biker Amerika Serikat pada tahun 2007.

"Tujuan pembuatan standarisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya komunitas atau klub sepeda motor, dan pengguna jalan raya umumnya," ujar Sadikin Aksa, Ketua Umum IMI.

Dalam penerbitan pedoman Standarisasi Tata Cara Mengemudi Berkendara Sepeda Motor Berkelompok, Tim Mobilitas membuat panduan instruksi berkendara seperti penggunaan safety gear, formasi konvoi seperti dalam kondisi jalan macet, penggunaan hand-signal, aturan dalam melewati jalan tikungan, pengereman, manajemen perjalanan, dan sebagainya.

Di dalam panduan juga terdapat aturan dalam pelaksanaan protokol kesehatan new normal dalam mobilitas, terutama dalam menyikapi situasi pandemi saat ini.

"Jalan di Indonesia dikuasai oleh pengguna roda dua yaitu sekitar 87,3 persen, dan sisanya pengguna kendaraan lain. Oleh karena itu sudah perlu untuk membuat standarisasi. Saya mengapresiasi IMI yang menginisiasi acara ini agar ke depan berkendara berkelompok harus tahu tekniknya," kata Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI yang juga Pembina IMI.

"Mungkin kita paham dalam mengendarai sepeda motor, tapi dalam berkelompok kita harus tahu kapan tarik gas, kapan menjaga jarak, karena ini sebuah tim, maka harus seirama. Jadi memang banyak hal yang harus dipahami dalam berkendara berkelompok," tambah Bamsoet.

Bikin video

Sebagai bagian dari materi panduan tersebut, 16 biker terpilih dari IMI Mobilitas melakukan touring berkelompok dengan mengambil rute Cikarang – Cirebon – Bandung – Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

"Dalam touring dibuat standarisasi termasuk safety gear, formasi touring, dan lain-lain. Panduan ini akan dikemas dalam instruksi video tata cara melakukan berkendara berkelompok. Video ini nantinya bisa diunduh gratis oleh masyarakat umum," papar Joel D. Mastana, Sekretaris IMI Mobilitas.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR