HOME » BERITA » TEKNOLOGI SELF-DRIVING AKAN PERMUDAH PENGENDARA BERHUBUNGAN BADAN DI MOBIL

Teknologi Self-Driving Akan Permudah Pengendara Berhubungan Badan di Mobil

Mobil self-driving di masa depan akan memicu terbentuknya jenis prostitusi baru, menurut sebuah penelitian.

Jum'at, 16 November 2018 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi mobil otonom (Autoevolution)

OTOSIA.COM - Selain bersiap menghadapi era mobil listrik. Dunia otomotif pun mulai bersiap dengan teknologi mobil self-driving atau tanpa sopir.

Tapi tampaknya mobil tanpa sopir ini juga akan membawa dampak transformatif. Mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk mengubah bagaimana orang-orang akan melakukan hubungan intim bersama pasangannya, menurut sebuah penelitian yang dilansir dari CNBC.

Teknologi self-driving ini memang tak memerlukan pengendaranya untuk memberikan perhatian pada kondisi jalan. Sehingga akan ada banyak waktu yang membuat seks atau hubungan badan dengan pasangan juga sangat mungkin dilakukan selagi mobil melaju.

Ilustrasi Mobil Self-Driving (Autoevolution)

Penelitian dalam jurnal Annals of Tourism Research, mengkaji makalah tentang mobil self-driving dan kota untuk mengidentifikasi tren masa depan seputar bagaimana mobil self-driving akan membentuk kembali industri pariwisata.

"Ini adalah sesuatu yang sepertinya sudah menstimulasi minat," kata Deputy of Research of the School of Hospitality and Tourism Management at the University of Surrey, Scott Cohen, yang memimpin penelitian ini.

Disebutkan juga bahwa 60 persen orang Amerika melakukan seks di dalam mobil. Tetapi dengan adanya mobil self-driving ini, hal itu akan lebih dari sekadar hubungan cepat atau quickie.

Cohen mengatakan, kendaraan otonom bisa menjadi tempat baru untuk pariwisata seks.

Ilustrasi Mobil Self-Driving (Autoevolution)

"Seks adalah bagian dari pariwisata perkotaan dan seks komersial adalah bagian dari itu juga, sehingga sangat mungkin bahwa kendaraan otonom akan mengarah pada prostitusi, baik legal atau ilegal, untuk mengambil tempat dan menggerakkan kendaraan otonom di masa depan," katanya.

Lebih lanjut, Cohen mengatakan bahwa dirinya memprediksi hubungan seks di kendaraan otonom kemungkinan tidak akan menjadi kenyataan hingga tahun 2040-an. Di tempat-tempat prostitusi, selama peraturan mendukung kemajuan teknologi maka akan dianggap legal. Maka kedua alur itu akan bersatu dan membentuk pariwisata seks di atas roda.

Turisme seks hanyalah sebagian kecil dari makalah tersebut, yang menimbulkan pertanyaan baru tentang keselamatan dan pariwisata seks. Mengingat kendaraan otonom akan menjadi realitas mainstream di masa depan, maka mobil itu juga akan dirancang untuk berbagai kegiatan, termasuk seks.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR