HOME » BERITA » TELAT GANTI BUSI, BEGINI EFEKNYA

Telat Ganti Busi, Begini Efeknya

Senin, 16 April 2018 12:45 Editor : Cornelius Candra
Foto : Nazar Ray

OTOSIA.COM - Sejalan dengan waktu pemakaian terjadi perubahan-perubahan pada komponen-komponen kendaraan. Perubahan-perubahan tersebut meninmbulkan banyak gesekan yang berpotensi menyebabkan keausan dan kerusakan. Imbasnya performa kendaraan terganggu. Salah satu komponen yang mungkin terganggu adalah busi.

Di awal-awal pemakaian kendaraan yang kita gunakan memiliki daya respon yang baik, efisiensi penggunaan bahan bakar yang stabil, serta yang terpenting adalah mudah dalam start.

Namun pada saat kumulasi penggunaan kendaraan dengan jarak tertentu keuntungan tersebut tidak dapat kita rasakan kembali. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Dalam contoh busi. Pada busi terdapat dua elektroda yang biasa disebut elektroda ground maupun elektroda pusat. Elektroda teresebut memiliki celah gap yang sudah disesuaikan oleh standar mesin yang digunakan.

Namun pada kondisi pemakaian tertentu elektroda tersebut mengalami erosi atau kerusakan yang menjadikan gap tersebut menjadi lebih lebar. Misalnya gap standarnya 0,7 mm tapi setelah digunakan menjadi 1,0 mm.

Perluasan celah inilah yang mengakibatkan deretan perubahan performa pada kendaraan sehingga kendaraan kita dirasakan tidak seperti baru kembali. Efek dari perubahan celah tersebut akan mengakibatkan rentetan penurunan performa akibat busi yang tidak dijaga kondisinya.

“Jika kayak gini komponen pendukung busi lainnya akan merasakan hal yang sama, diantaranya adalah tutup busi, kabel pengapian, koil, bahkan sampai dengan batterai yang kita gunakan akan terjadi penurunan performa. Sehingga kebutuhan transfer energi listrik yang awalnya – misalnya 1 Volt terjadi kenaikan 2 Volt. Ini mengakibatkan kinerja dari komponen pendukung lainnya harus kerja ektra maksimal untuk mensuplai kebutuhan busi tersebut,” ” beber Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia

Jika sudah seperti ini yang dibutuhkan adalah mengganti komponen tersebut secara menyeluruh maupun sebagian. Karenanya Diko menyarankan sebelum hal itu terjadi gantilah busi tepat pada waktunya.

“Tidak perlu menunggu sampai kendaraan itu berhenti operasi atau mogok, karena kalau sudah seperti itu biaya servis komponen lain akan lebih mahal dibandingkan dengan biaya penggantian busi,” imbuhnya.

 (kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR