HOME » BERITA » TEMBUS JERMAN, AS RODA CINA INI BIKIN PENASARAN

Tembus Jerman, As Roda Cina Ini Bikin Penasaran

Minggu, 29 April 2018 14:00 Editor : Nurrohman Sidiq
Foto by Dimas Wahyu

OTOSIA.COM - Tembus pasar Jerman jadi satu predikat penting buat onderdil buatan luar Eropa, termasuk produk LKS yang dipamerkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) di JIExpo, Kemayoran.

Soalnya, mereka menyebut bisa masuk pasar Jerman dan juga Jepang yang terbilang punya standar tinggi. Kalau kualitasnya tidak bisa menyamai apa yang mereka bikin, maka suatu produk tidak akan diterima.

Makanya, Mitra Autoparts Abadi yang mendistribusikan produk LKS itu berani memaparkannya gamblang di IIMS. Salah satunya berupa produk as roda.

As roda LKS yang dipamerkannya terlihat lebih bersih jika dilihat sekilas dan dibandingkan dengan produk di sebelahnya. Karina selaku tenaga marketing di booth area indoor tersebut mengatakan bahwa hal tersebut menjadi faktor pembeda utama pada produknya.

"Kalau kasatmata tidak kelihatan, tapi dua sampel ini sudah dipakai dengan kecepatan yang sama dan masa pakai yang sama. Ini dibelah, yang satu kasar dan satu lagi (LKS) lembut. Ini perbedaan yang paling bisa dilihat," ujarnya seraya mengaku kalau di pameran ini ia tidak bermaksud untuk menjualnya.

Keikutsertaan mereka di IIMS punya tujuan untuk menjelaskan kualitas as roda LKS. Makanya, ada berbagai alat peraga yang bisa dipegang untuk dirasakan, termasuk as roda dan bagaimana pertemuannya dengan bola-bola laher.

"(Untuk sampel produk umum non-LKS), jika bola-bola (laher) ini terpasang, ini akan tergerus," kata dia. Sementara itu, produk as roda LKS sudah diproduksi hingga halus, dan berefek lebih tahan lama.

"Pembuatannya pun secara modal lebih mahal, tetapi lebih awet. Material juga berbeda, mesti lihat mikroskop," ujar dia lalu menunjukkan sejumlah data.

Lalu bagaimana jika ada orang yang penasaran dan ingin beli as roda ini buat mobilnya? Ia pun memberi saran untuk mencari produk ini saat ingin menggantinya di bengkel.

"Ini lebih ke branding, edukasi, pembeli bisa minta ini kalau ke bengkel," kata dia.

Reporter : Dimas Wahyu

(kpl/why/sdi)

BERI KOMENTAR