HOME » BERITA » TENGAH DISOROT, POLISI ANGKAT BICARA SOAL MOTOR PENGAWAL AMBULANS

Tengah Disorot, Polisi Angkat Bicara Soal Motor Pengawal Ambulans

Polisi tengah menyoroti apa yang dilakukan komunitas motor yang melakukan pengawalan terhadap ambulans. Pasalnya, polisi mengatakan bahwa tugas pengawalan itu ada pada polisi dan TNI.

Kamis, 25 Maret 2021 19:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tengah Disorot, Polisi Angkat Bicara Soal Motor Pengawal Ambulans
Indonesian Escorting Ambulance (IEA) adalah organisasi relawan yang mengawal ambulans agar terhindar dari kemacetan di jalan. IEA juga ingin agar masyarakat memprioritaskan ambulans. (Foto: Zulfikar Abubakar/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Sering dijumpai adanya pengawalan ambulans yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor atau yang biasa disebut dengen escort. Belum lama ini, keberadaan escort menjadi sorotan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyoroti komunitas motor pengawal ambulans yang kerap dijumpai di ibu kota.Dia tidak mempermasalahkan aksi para relawan tersebut selama tidak serampangan.

"Ada komunitas yang sukarela juga mengawal ambulans. Buat saya ke depan yang penting pengawalan tersebut tidak arogan.Kalau mereka baik-baik saja, sesuai aturan, kalau papasan dengan anggota saya, mungkin akan saya perintahkan anggota saya ambil alih untuk ngawal," katanya di Polda Metro Jaya, Rabu (24/3/2021).

1 dari 2 Halaman

Dia menjelaskan, undang-undang telah mengatur instansi yang diberikan kewenangan mengawal kendaraan, antara lain Polri dan TNI. Itu pun hanya pada momentum tertentu, seperti mengawal Presiden, tamu negara, dan seterusnya.

"Kenapa? Selain dijamin undang-undang, ketika mengawal kadang-kadang kan petugas harus menghentikan mobil, harus memperlambat kendaraan orang. Yang bisa menghentikan dan memperlambat kendaraan orang lain itu hanya Polri. Sedangkan masyarakat tidak punya," kata Sambodo.

 

2 dari 2 Halaman

Diskresi Kepolisian

Sambodo menambahkan dalam hal ini Polri mempunyai diskresi. Sambodo menyampaikan, komunitas diperkenakan mengawal ambulans selama tak menganggu pengguna jalan lain.

"Tidak seolah-olah jadi pemilik jalan, kalau orang tidak mau minggir dipecah-pecahin kaca spionnya," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR