HOME » BERITA » TENGOK BEGITU REPOTNYA KENDARAI HARLEY-DAVIDSON KLASIK TAHUN 1926 MILIK SUAMI SOIMAH

Tengok Begitu Repotnya Kendarai Harley-Davidson Klasik Tahun 1926 Milik Suami Soimah

Suami Soimah jelaskan cara mengendarai Harley-Davidson serie J, JD 1926 yang dia miliki ke Dodit Mulyanto

Rabu, 24 Juni 2020 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Tengok Begitu Repotnya Kendarai Harley-Davidson Klasik Tahun 1926 Milik Suami Soimah
Motor klasik Harley Davidson milik suami Soimah, Koko (Youtube/Dodit Mulyanto)

OTOSIA.COM - Herwan Prandoko atau yang kerap disapa Koko memang dikenal sebagai pria penyuka otomotif, terutama motor klasik. Yap, suami dari Soimah yang memiliki beberapa kendaraan jadul dari berbagai merek.

Baru-baru ini Dodit Mulyanto menerima kunjungan ke kediaman suami istri tersebut. Dirinya berniat untuk mereview motor-motor yang jadi koleksi Koko. Hal ini terungkap dari saluran Youtube Dodit Mulyanto dengan tajuk "Soimah Marah-marahin Saya" (18/6).

1 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Koko kemudian menampilkan salah satu koleksi kesayangannya, yaitu Harley-Davidson klasik berwarna coklat. Ini merupakan kendaraan yang ada sebelum Perang Dunia kedua pecah.

"Ini Harley-Davison seri J, JD 1926," terang Koko suami Soimah

2 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Kemudian Koko jelaskan mesin dari Harley klasik tersebut. Karena berumur tua dan dapur pacu tak ada penutupnya, maka ketika hujan harus berteduh. Jika tak demikian, motor berwarna coklat itu akan mogok.

"Sistem sama, V toh? Ya masih sama, sampe sekarang mungkin meniru ini kan berarti," terangnya.

"Tapi, untuk yang 1926 memang masih diluar ini. Jadi kalau hujan harus berteduh," tambahnya lagi.

3 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Bukan hanya soal mesin, jok motor pun jadi alasan lainnya kenapa ketika berkendara pakai Harley ini harus berteduh saat terjadi hujan. Jok terbuat dari kulit asli, Koko harus hati-hati dalam penggunaan dan perawatannya.

"Ini apalagi kalo hujan harus neduh, daripada jadi krecek," terang Koko

4 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Namanya juga motor klasik, jelas dalam pengoperasiannya orang biasa akan kesulitan. Seperti pada Harley-Davidson ini, pasalnya masih pakai perseneling tongkat yang terletak di tangki bensin.

Bukan hanya itu saja, Harley ini juga memiliki kopling yang ada di kaki. Jauh dari kesan modern seperti pada motor era sekarang.

5 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Lalu suami dari Soimah itu jelaskan cara mengendarai moge klasik tersebut. Ada sistem yang bernama nafur atau pengapian. Jadi ketika mau jalan harus pakai dua tangan sekaligus. Antara gas dan nafur tadi harus beriringan.

Ketika ada lampu merah, stationer harus dinol-kan. Jika masih dalam keadaan tinggi, terkadang tak bisa direm dan itu tentu cukup membahayakan.

6 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Kesulitannya pun masih berlanjut. Motor klasik ini ketika sudah berjalan sejauh 30 km akan keluar asap karena belum ada pompa oli untuk mengatur pelumasan di mesin.

Nah solusinya, oli pada Harley Davidson ini harus dibuang dulu. Setelah itu asap tak lagi keluar, namun harus diisi oli lagi ketika motor sudah mulai akan mogok. Kebayangkan Otolovers kalau mau ke mana-mana harus siap sedia oli?

7 dari 7 Halaman

Youtube/Dodit Mulyanto

Suami Soimah, Koko lalu praktekkan cara hidupkan motor ini. Pertama harus dichoke dulu, kemudian kick starter diselah sebanyak 3 kali. Setelah itu choke dikembalikan lagi seperti semula. Barulah motor tersebut bisa dihidupkan dengan cara diselah.

BERI KOMENTAR