HOME » BERITA » TERANCAM 6 TAHUN PENJARA, PENABRAK IBU HAMIL DI PALMERAH TAK PUNYA SIM

Terancam 6 Tahun Penjara, Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Tak Punya SIM

Penabrak ibu hamil di Palmerah masih dalam tahap belajar mengemudi dan diketahui tak memiliki SIM.

Jum'at, 28 Februari 2020 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Terancam 6 Tahun Penjara, Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Tak Punya SIM
Ilustrasi (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Polisi sudah menetapkan FMS, pengemudi mobil Toyota Rush yang menabrak ibu hamil di Palmerah sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Pelaku memang enggak punya SIM," terang Kasatlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Hari Atmoko, Jumat (28/2/2020).

Kecelakaan itu bermula saat FMS belajar mengemudi mboil di lokasi dan didampingi suaminya. FMS diduga panik setelah korban ER berjalan di depan mobil FMS. Akibatnya, pelaku yang belum mahir berkendara itu justru menginjak pedal gas, bukan rem.

"Awalnya kendaraan ini berhenti, begitu mobil ini bergerak, dia kaget di sebelahnya ada pejalan kaki. Sehingga bukan ngerem, tapi malah injek gas," jelasnya.

1 dari 2 Halaman

Akibatnya, ER tewas saat menjalani perawatan di rumah sakit. Kasus in pun masih terus didalami Satuan Lantas Polres Metro Jakarta Barat.

"kami masih dalami ya. Saat ini tersangka masih diperiksa. Yang bersangkutan juga sudah ditahan sejak hari Minggu kemarin," lanjutnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 310 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Ancaman enam tahun kurungan penjara," tandasnya.

2 dari 2 Halaman

Kronologi Kecelakaan

Ibu hamil berinisial ER (26) dan bayi 5 bulan yang dikandungnya, meninggal usai ditabrak oleh perempuan yang sedang belajar mengendarai mobil.

Peristiwa itu terjadi di Palmerah Utara, dekat Vihara Metta, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat, Sabtu (22/2).

Pelaku berinisial FMS saat itu mengendarai mobil Toyota Rush warna hitam. Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menceritakan, saat itu mobil sedang terparkir dalam keadaan menyala. Kemudian pelaku memindahkan persneling D untuk mulai berjalan.

"Mobil jalan perlahan. Yang bersangkutan hendak menginjak pedal rem namun ternyata yang diinjak adalah pedal gas," ujarnya.

Mobil bergerak cepat. Bersamaan dengan itu, korban melintas di depan mobil tersebut sehingga korban tertabrak dan terjepit di tiang listrik. Pelaku membawa korban ke RS Bhakti Mulya Slipi Jakarta Barat.

"Pada hari minggu tanggal 23 Februari 2020 sekitar jam 16.10 Wib, korban meninggal dunia di RS. Pelni," tandasnya.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR