HOME » BERITA » TERJADI LAGI, PENGEMUDI TESLA TIDUR SAAT MOBILNYA MELAJU 140 KPJ LEBIH BERBUNTUT PENCABUTAN SIM

Terjadi Lagi, Pengemudi Tesla Tidur Saat Mobilnya Melaju 140 Kpj Lebih Berbuntut Pencabutan SIM

Memanfaatkan fitur autopilot dalam mobil Tesla Model S, seorang pengemudi tidur saat mobilnya melaju dengan kecepatan lebih dari 140 kpj.

Jum'at, 18 September 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Terjadi Lagi, Pengemudi Tesla Tidur Saat Mobilnya Melaju 140 Kpj Lebih Berbuntut Pencabutan SIM
Ilustrasi mode autopilot (Carscoops)

OTOSIA.COM - Salah satu teknologi yang tampak sangat membantu pengemudi pada mobil adalah autopilot. Teknologi ini sudah diterapkan pada beberapa mobil, salah satunya adalah Tesla.

Banyak orang pun yang memanfaatkan fitur ini. Tapi bukan berarti ketika fitur tersebut diaktifkan, pengemudi bisa dengan tenang tidur di dalam mobil.

Padahal hal itu bisa sangat berbahaya. Kini perilaku mengemudi seperti itu terjadi lagi. Tapi kabar baiknya, bukan terjadi di Indonesia.

1 dari 3 Halaman

Dilansir dari Carscoops, Royal Canadian Mounted Police menrima laporan mobil yang melaju kencang di Highway 2 dekat Ponoka. Mobil yang ngebut bukan hal yang aneh, tapi akan jadi masalah jika si pengemudi tertidur di dalamnya.

Dari laporan itu diketahui bahwa mobil yang dilaporkan adalah tesla Model S yang melaju lebih dari 140 kpj. Kedua kursi depan direbahkan sepenuhnya dengan dua orang yang tampak tidur di atasnya.

Petugas Layanan Lalu Lintas RCMP Alberta yang menanggapi laporan itu berhasil menemukan mobil yang dimaksud. Setelah mereka menyalakan lampu darurat, Tesa itu secara otomatis mulai berakselerasi.

2 dari 3 Halaman

Menurut detektor petugas, mobil listrik itu secara otomatis berakselerasi hingga tepat pada 150 kpj. Petugas berhasil menghentikan mobil yang membawa seorang laki-laki berusia 20 tahun dari British Columbia.

Awalnya si pengemudi itu hanya didakwa mengendarai di atas batas kecepatan dan izin mengemudinya ditangguhkan selama 24 jam. Tapi setelah penyelidikan lebih lanjut dan konsultasi dengan jaksa, pengmudi itu kemudian didakwa dengan perilaku mengemudi berbahaya.

3 dari 3 Halaman

Dakwaan itu merupakan pelanggaran level berat di mana pengemudi memacu kendaraan bermotor dengan cara yang membahayakan keselamatan publik. Kasus ini akan disidangkan pada Desember mendatang dan pengemudi terancam pencabutan izin mengemudi selama setahun dan penjara 5 tahun.

"Meskipun produsen kendaraan baru telah memasang pengaman untuk mencegah pengemudi memanfaatkan sistem keselamatan baru di dalam kendaraan, sistem itu hanya keselamatan tambahan. Mereka tetap harus mengemudi yang bertanggung jawab," kata pihak kepolisian.

BERI KOMENTAR