HOME » BERITA » TERKAIT KEBIJAKAN LARANGAN MUDIK, 67 PERSEN MASYARAKAT BERI SENTIMEN NEGATIF

Terkait Kebijakan Larangan Mudik, 67 Persen Masyarakat Beri Sentimen Negatif

Berdasarkan survei terbaru, masyarakat condong berikan sentimen negatif atas larangan mudik Lebaran 2021

Selasa, 04 Mei 2021 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Terkait Kebijakan Larangan Mudik, 67 Persen Masyarakat Beri Sentimen Negatif
Arus mudik di Banyumas. ©2014 merdeka.com/chandra iswinarno

OTOSIA.COM - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Continuum Data Indonesia pada 1 April hingga 25 April lalu, diketahui bahwa topik perbincangan terkait larangan Mudik Lebaran 2021 di media sosial meningkat dua kali lipat.

"Ini juga menunjukkan antusiasme orang-orang untuk melakukan mudik itu masih sangat tinggi," ungkap Big Data Analyst Continuum Data Indonesia, Muhammad Azzam dalam acara Diskusi Online Indef bertajuk Ekonomi Ramadan 2021, Lesu atau Bergairah? Analisis Perilaku Konsumen Melalui Pendekatan Big Data, Senin (3/5).

1 dari 3 Halaman

Azzam mencatat, 80 persen netizen yang membicarakan soal larangan mudik itu mayoritas berasal dari pulau Jawa. "Ini juga seperti yang kita ketahui, banyak penduduk di pulau Jawa yang merupakan perantau dari sejumlah kota besar lainnya, tentunya ingin mudik di momen lebaran ini bertemu dengan keluarga masing-masing," bebernya.

Kendati demikian, survei menemukan kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 itu lebih banyak memperoleh sentimen negatif ketimbang positif. Yaitu dengan presentase mencapai 67 persen.

"Jadi, yang memberikan sentimen negatif terhadap mudik itu dua kali lipat lebih besar karena mencapai 67 persen. Sementara sisanya 32 persen memberikan sentimen positif," terangnya.

2 dari 3 Halaman

Adapun, alasan tertinggi dari yang mengkritisi kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 ialah penerapannya yang dianggap tidak serius. Lalu, wisata diperbolehkan sementara mudik dilarang.

Selanjutnya, kebijakan mudik dinilai masih banyak celah pelanggaran, memberatkan rakyat hingga tidak membantu perekonomian di daerah. "Karena seperti yang kita tahu di momen Ramadan itu banyak orang mudik yang membawa uang thr nya dan membelanjakannya di daerah-daerah," tekannya.

3 dari 3 Halaman

Sedangkan pihak yang setuju atas kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 karena menyatakan kesehatan lebih penting, Vaksinasi Covid-19 belum menjamin, mencegah penularan ke keluarga, hingga demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Sekadar informasi, survei ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan big data secara real time. Cakupannya yakni 1.204.102 pembicaraan di media sosial dari 934.671 akun media sosial.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR