HOME » BERITA » TERKENA PHK KARENA COVID-19, SEORANG SUAMI NEKAT AJAK ISTRI MALING MOTOR

Terkena PHK Karena COVID-19, Seorang Suami Nekat Ajak Istri Maling Motor

Saat beraksi, pelaku selalu mengajak istrinya untuk lancarkan aksi pencurian motor

Sabtu, 04 Juli 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Terkena PHK Karena COVID-19, Seorang Suami Nekat Ajak Istri Maling Motor
Suami Istri Pelaku Pencuri Motor di Klaten. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

OTOSIA.COM - Memang pandemi Corona (COVID-19) bikin semua sendi kehidupan terkena imbasnya, tak terkecuali sektor ekonomi. Banyak para pekerja yang harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Terkadang, sebagian dari mereka malah bertindak kriminal untuk bisa memenuhi kebutuhan, seperti mencuri.

Seperti yang terjadi di wilayah hukum Polres Klaten. Seorang warga bernama Feri Subekti (35) yang terkena PHK harus diamankan pihak berwajib. Warga Desa Ngemplak Kulon, Kecamatan Delanggu itu tertangkap setelah melakukan pencurian motor.

Melansir Merdeka.com, ironisnya saat beraksi, Feri selalu mengajak istrinya Reinandia Putri Widya Ulfana (24). Dalam aksinya, mereka berbagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Kepada petugas, mereka mengaku sudah 10 kali melakukan aksi pencurian sepeda motor. Dari 10 sepeda motor tersebut, 8 di antaranya sudah berhasil dijual ke pembeli.

"Kami sudah 10 kali mencuri sepeda motor di tempat hiburan. Uangnya untuk bayar kontrakan dan kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Feri, saat konferensi pers di di Mapolres Klaten, Jumat (3/7).

1 dari 2 Halaman

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Ardyansah Rithas Hasibuan membenarkan, keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri). Penangkapan keduanya berkat adanya laporan kehilangan dari warga Kecamatan Bayat yang kehilangan sepeda motor.

"Pelaku mencuri menggunakan kunci letter Y yang telah dipersiapkan. Kemudian kunci dimasukkan ke dalam lubang kunci kontak motor korban. Setelah masuk, kunci kontak motor dirusak dengan cara memutar kunci letter Y hingga kunci kontak asli bisa dalam posisi hidup," terangnya.

2 dari 2 Halaman

Kasatreskrim menjelaskan, dalam melakukan aksinya mereka saling berbagi tugas. Putri bertugas mengamati situasi, sementara suaminya yang melakukan eksekusi, dengan menggunakan kunci leter Y. Saat beraksi bahkan keduanya terkadang membawa anaknya yang masih kecil untuk menyamarkan aksinya.

Pencurian terakhir dilakukan di tepi jalan desa Dukuh Pilangsari Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, pada hari Sabtu 7 Maret 2020, Sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan pengakuan pelaku tindak pidana pencurian tersebut sudah mereka rencanakan sebelumnya.

"Mereka berangkat dari rumah kontrakan yang berada di Dukuh Kaliwingko Desa Banaran, Kecamatan Ceper, menuju Joglo Tumiyono. Sampai di lokasi pelaku melihat situasi dan mencari sasaran motor yang akan diambil. Kemudian pukul 24.00 WIB pelaku melihat sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan. Kemudian FS memulai aksinya dengan diawasi istrinya," katanya.

Dari penangkapan yang dilakukan, polisi berhasil amankan pelaku beserta barang bukti, seperti kunci letter Y, sebuah sepeda motor, BPKB, dan STNK.

"Mereka dijerat Pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya penjara 7 tahun penjara," pungkas dia.

BERI KOMENTAR