HOME » BERITA » TERKENDALA SURAT SEHAT, 26 KULI BANGUNAN BATAL MUDIK KE KAMPUNG HALAMAN

Terkendala Surat Sehat, 26 Kuli Bangunan Batal Mudik ke Kampung Halaman

Diketahui semua pemudik tersebut adalah kuli bangunan di sebuah proyek di Jalan Palapa, Jakarta Selatan. Diperkirakan semuanya berasal dari kampung yang sama

Senin, 18 Mei 2020 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Terkendala Surat Sehat, 26 Kuli Bangunan Batal Mudik ke Kampung Halaman
Chek point PSBB di Harapan Indah Bekasi dijaga petugas gabungan, Rabu 29 April 2020. (Liputan6.com/Bam Sinulingga)

OTOSIA.COM - Pemerintah sudah resmi larang mudik Lebaran 2020. Namun tetap saja ada yang membandel, seperti 26 kuli bangunan yang hendak mudik pakai bus pariwisata. Mereka terjaring razia tim gabungan Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Didapati para pemudik tersebut tak kantongi surat keterangan sehat.

Melansir Liputan6.com, menurut Kasatpel Suku Dinas Perhubungan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Tatang Yayat Hidayat perjalanan bus pengangkut kuli bangunan tersebut terpaksa dihentikan dan seluruh penumpang diturunkan dari dalam bus untuk diperiksa lebih lanjut oleh Ditlantas Polda Metro Jaya.

"Jadi kebetulan pas kami lagi patroli rutin menemukan bus tersebut melintas, sesuai prosedur kami lakukan pemeriksaan," kata Tatang, yang dilansir dari Antara, Minggu (17/5/2020).

1 dari 2 Halaman

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Tim gabungan terdiri dari unsur Sudin Perhubungan, Satpol PP dan Kepolisian Kecamatan Pasar Minggu menjalankan prosedur dengan memeriksa surat-surat kendaraan.

Saat diperiksa, sebenarnya surat keterangan yang mereka bawa sudah lengkap. Hanya saja kurang satu, yakni surat keterangan sehat sebagai syarat utama bisa keluar Jakarta saat COVID-19.

Aturan ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020 tentang pembatasan aktivitas keluar masuk warga Jakarta.

Bus pariwisata dengan nomor polisi Z 7990 TC berwarna pink dengan nama Sumber Jaya milik PO Adi Putra ditumpangi oleh pekerja proyek dengan tujuan Tegal, Jawa Tengah.

Diketahui semua pemudik tersebut adalah kuli bangunan di sebuah proyek di Jalan Palapa, Jakarta Selatan. Diperkirakan semuanya berasal dari kampung yang sama.

"Mereka semua diminta turun, oleh petugas Lantas Polda diperiksa diminta KTP nya," kata Tatang.

2 dari 2 Halaman

Dibawa ke Mapolda Metro

Menurut Tatang, para pekerja mengaku kepulangan mereka ke kampung halaman telah dikoordinir oleh pihak RW dan juga RT. Tetapi setelah dikonfirmasi kepada RT dan RW yang dimaksud tidak memberikan keterangan jelas.

"Katanya dikoordinir dengan RT nya, RW nya, tapi RW nya tidak ada dan RT nya tadi berkelit. Karena masalah RT bukan kewenangan Dishub, bukan kewenangan Satpol PP, jadi direktur lantas meminta semua dibawa ke Polda," kata Tatang.

Tatang pun juga menambahkan, kini semua pemudik dan awak bus dibawa ke Polda Metro jaya untuk jalani proses lebih lanjut.

BERI KOMENTAR