HOME » BERITA » TERKUAK, ALASAN NAMA MEREK MOBIL BERBEDA UNTUK JEPANG DAN NEGARA LAIN

Terkuak, Alasan Nama Merek Mobil Berbeda untuk Jepang dan Negara Lain

Beberapa merek mobil memiliki nama berbeda di setiap negara. Hal itu lantaran ada beberapa faktor.

Kamis, 05 Desember 2019 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Terkuak, Alasan Nama Merek Mobil Berbeda untuk Jepang dan Negara Lain
Toyota Yaris generasi keempat (Best Car Web)

OTOSIA.COM - Jika pernah memerhatikan merek-merek mobil Jepang di berbagai negara, maka Otolovers akan mendapatkan nama yang berbeda untuk jenis mobil yang sama. Tapi perbedaan tersebut selalui ditemui di pasar Jepang.

Sebagai tuan rumah, pasar Jepang selalu menggunakan nama yang berbeda dari pasar negara lain, termasuk Indonesia. Contohnya Toyota Yaris. Di kampung halamannya bernama Vitz, meskipun pada generasi keempat pesaing Honda Jazz itu bernama Yaris.

Perbedaan nama itu bukan sekadar untuk eksklusivitas, tapi rupanya ada berbagai macam faktor di belakangnya. Menurut Best Car Web, awalnya Toyota Vitz debut pada 1999 sebagai penerus Starlet.

Kemudian, generasi keduanya hadir pada tahun 2005 dan generasi ketiga hadir pada 2010. Pada generasi keempat namanya menjadi Yaris. Lalu mengapa di Jepang pakai nama Vitz?

1 dari 2 Halaman

Sesuai Karakter

Terkuak, Alasan Nama Merek Mobil Berbeda untuk Jepang dan Negara LainSesuai Karakter

Kata Vitz berasal dari Jerman yang dibaca Witz berarti pengetahuan. Sedangkan Yaris berasal dari kata Charis, yang emrupakan salah satu dewi dalam mitologi Yunanai.

Nama Yaris dinilai tidak bagus di Jepang. Itu mengapa memakai nama Vitz. Sementara seperti di Eropa, nama Vitz justru tidak di terima, sehingga namanya berbeda.

Pabrikan Jepang memberi nama mobil mereka untuk pasar Jepang berdasarkan karakter mobil. Tentu saja, tetap memiliki arti. Tapi mereka lebih cenderung memberi nama yang memiliki resonansi familiar untuk telinga orang Jepang.

2 dari 2 Halaman

Faktor Merek Dagang

Terkuak, Alasan Nama Merek Mobil Berbeda untuk Jepang dan Negara LainFaktor Merek Dagang

Selain itu, di beberapa negara terkadang nama sebuah mobil berkaitan dengan kultur mereka. Seperti Mitsubishi Pajero di Jepang, bernama Montero untuk pasar Amerika Utara dan Eropa. Tapi di Inggris dan Spanyol namanya menjadi Shogun.

Faktor lainnya berkaitan dengan merek dagang. Pada prinsipnya, sebuah merek tidak boleh dipakai oleh lainnya ketika sudah didaftarkan. Atau jika nekat tetap menggunakannya maka harus membayar royalti sejumlah tertentu.

Hal itu juga berlaku untuk mobil yang akan dipasarkan ke Jepang. Seperti Hyundai Excel yang terpaksa menjadi XL dan Renault Clio menjadi Tessia.

Tapi juga ada nama merek mobil yang tidak diperkenankan dipakai karena pengucapannya sama. Seperti awal kehadiran Lexus yang sempat dilarang karena pengucapannya menyerupai perusahaan Amerika.

BERI KOMENTAR