HOME » BERITA » TERNYATA, BAN BOCOR TIDAK DISARANKAN DITAMBAL

Ternyata, Ban Bocor Tidak Disarankan Ditambal

Menambal ban yang bocor memang sudah menjadi hal yang biasa dilakukan di Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata menambal ban sebenarnya tidak disarankan oleh pabrikan ban?

Rabu, 18 Juli 2018 09:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Adventurerideguide.com

OTOSIA.COM - Menambal ban yang bocor memang sudah menjadi hal yang biasa dilakukan di Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata menambal ban sebenarnya tidak disarankan oleh pabrikan ban, salah satunya Michelin.

Ya, menurut Mochammad Fachrul Rozi selaku Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia, adapun penanganan paling tepat untuk ban yang sudah bocor adalah dengan menggantinya. Pasalnya, ketika ban mengalami kerusakan, struktur di dalamnya telah mengalami gangguan sehingga akan mempengaruhi perform atau kekuatan ban itu sendiri.

"Idealnya itu ban itu tidak boleh ditambal, begitu dia bocor ganti. Di eropa itu begitu. Sebenarnya dari ban sendiri tidak ada upaya untuk perbaikan," jelas Fachrul beberapa waktu lalu di Jakarta.

Namun begitu, apabila memang ingin melakukan penambalan sebaiknya mengikuti prosedur yang benar. Ia tak menyarankan penambalan dilakukan dengan hanya memakai teknik tusuk seperti yang beredar saat ini. Adapun cara yang benar adalah mengombinasikan teknik tusuk tersebut dengan koyo atau patch karet tambal.

"Kalau mau tambal itu yang benar-benar, jangan cuma cacing, tinggal tusuk sudah. Padahal tambal yang baik itu dari dalam, dimasukkan karet di lubangnya, luarnya potong, kemudian dalamnya di-buffing (amplas), kemudian ditempel koyo atau patch karet tambal," jelas Fachrul

(kpl/fid/crn)

BERI KOMENTAR