HOME » BERITA » TERNYATA BAU MOBIL BARU BAHAYAKAN KESEHATAN, INI PENJELASANNYA

Ternyata Bau Mobil Baru Bahayakan Kesehatan, Ini Penjelasannya

Meski aromanya khas dan menyenangkan, ternyata bau mobil baru membahayakan kesehatan.

Senin, 10 Juni 2019 20:45 Editor : Cornelius Candra
Ternyata Bau Mobil Baru Bahayakan Kesehatan, Ini Penjelasannya
Kabin BMW M8 Coupe (Motor1.com)

OTOSIA.COM - Tak jarang orang yang suka dengan aroma khas kabin mobil baru. Namun, tahukah Otolovers jika baru tersebut ternyata mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh?

Dalam sebuah studi yang dilakukan organisasi nirlaba Ecology Center dan HealthyStuff.org, menemukan bahwa bau yang unik tersebut sebetulnya merupakan udara beracun yang berasal dari bahan kimia yang digunakan untuk membuat interior mobil baru.

"Penelitian menunjukkan bahwa interior mobil mengandung ratusan zat kimia beracun yang berukuran sangat kecil," ujar Jeff Gearhart, Direktur Penelitian Ecology Center, sebagaimana dikutip Liputan6.com dari CBS News, ditulis Minggu (9/6/2019)

Para peneliti di Ecology Center kemudian meneliti lebih dari 200 unit mobil baru yang paling populer pada 2011 dan 2012. Mereka meneliti bahan kimia pada bagian interior seperti roda kemudi, dashboard, dan kursi.

Hasilnya, lebih dari 275 bahan kimia yang berbeda ditemukan di interior. Beberapa di antaranya adalah bromin dari brominated flame retardants (BFR) yang berguna agar plastik tidak mudah terbakar. Ada pula polyvinyl chloride (PVC) yang digunakan di bagian kaca depan dan bahan-bahan logam.

Para peneliti mengatakan bahwa paparan BFR bisa hasilkan efek samping tiroid, gangguan memori dan belajar, penurunan kesuburan, hingga perubahan perilaku. Sementara bahan kimia phthalates yang terdapat pada PVC bisa buat kesuburan menurun, masalah pada hati, testis, tiroid, ovarium, ginjal, dan darah.

1 dari 1 Halaman

Pabrikan mulai mengurangi

Ternyata Bau Mobil Baru Bahayakan Kesehatan, Ini PenjelasannyaPabrikan mulai mengurangi

Pabrikan mobil bukannya tidak menyadari hal ini. Menurut para peneliti, mereka mulai mengurangi penggunaan zat-zat berbahaya ini.

Sejak pertama kali mulai pengujian pada 2006, kami melihat adanya peningkatan. Kita tahu ada kecenderungan menuju interior sehat, tutup Jeff.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR