HOME » BERITA » TERNYATA DAIHATSU AYLA BELUM 100 PERSEN LOKAL

Ternyata Daihatsu Ayla Belum 100 Persen Lokal

Jum'at, 10 Agustus 2018 19:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Daihatsu

OTOSIA.COM - Komponen lokal pada mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) andalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Daihatsu Ayla, ternyata belum 100 persen, tepatnya 93 persen saja.

Hal ini diakui Direktur Marketing PT ADM, Amelia Tjandra, saat ditemui Liputan6.com di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD, Tangerang Selatan (9/8/2018).

“Setiap tahun naik. Dan yang belum (komponen dibuat secara lokal) biasanya di bagian gear,” ungkap Amel.

Kata Amel, alasan gear belum dibuat secara lokal karena untuk pengembangannya butuh teknologi tinggi dan skala produksinya minimal mencapai dua juta unit.

“Kalau kita bikin di sini, harganya masih mahal. Makanya masih Impor dari Jepang,” ucap Amel.

Amel mengatakan, agar komponen lokal khususnya bagian gear dibuat di Indonesia hingga mencapai 100 persen, maka hal terpenting adalah bagaimana respon pasar otomotif di Indonesia.

“Sekarang pasar Indonesia (wholesale – pabrik ke konsumen) 1,1 juta, dan itu perkiraan Gaikindo. Kalaupun semua (merek mobil di Indonesia) bikin saja, belum masuk skala produksi (minimal dua juta unit), jadi mesti nunggu pasar berkembang dahulu,” terangnya.

Lebih lanjut Amel menyatakan, jika vendor yang melakukan untuk pembuatan gear, setidaknya dana investasi dibutuhkan cukup mahal.

Ia pun menjelaskan bahwa di China, produksinya mencapai 25 juta unit sehingga harga pembuatan gear bisa murah. Sedangkan di Indonesia, sampai saat ini, jumlah produksi hanya mencapai 1,2 juta unit.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/crn)

BERI KOMENTAR