HOME » BERITA » TERNYATA, JAMBRET PAKAI SKUTIK JUGA MARAK DI INGGRIS

Ternyata, Jambret Pakai Skutik Juga Marak di Inggris

Rabu, 04 Juli 2018 10:45

Ternyata, Jambret Pakai Skutik Juga Marak di Inggris
Foto: Motorcyclenews.com
Editor : Cornelius Candra | Reporter : Nazarrudin Ray

Otosia.com - Bentuknya yang kecil dan mudah dikendarai di perkotaan, moped atau skutik kerap menjadi kendaraan yang diandalkan para pelaku kejahatan jalanan. Bukan cuma di Indonesia yang marak aksi geng motor pakai matik skutik dan penjambretan, kejahatan menggunakan skutik juga marak terjadi di Inggris.

Dalam sebuah tayangan video yang dilansir motorcyclenews.com, dua polisi menggunakan trail Honda CRF berhasil menyergap dua pengendara moped di lampu merah, di salah satu lokasi di kota Manchester, Inggris.

Keduanya diduga pelaku tindak kriminal. Salah satunya berboncengan. Dua berhasil dijatuhkan polisi, lalu ditangkap, sementara pelaku lainnya melarikan diri usai ikut terjatuh dari motornya. Seorang perwira polisi yang menggunakan motor besar berwarna putih lainnya lalu mengejar tersangka lain yang kabur.

Aksi penangkapan oleh Greater Manchester Police (GMP) ini terekam oleh pengendara mobil di belakang. Sebelumnya petugas ini melakukan penyamaran dan pengintaian. Namun belum diketahui apakah mereka yang ditangkap merupakan pelaku pejambretan atau karena kasus pencurian sepeda motor.

Tindakan kriminal seperti perampokan dengan menggunakan moped mulai mengkhawatirkan di Inggris. Angka terbaru dari The Met seperti diwartakan express.co.uk menunjukkan kejahatan yang menggunakan moped dan skuter melonjak sebesar 50 persen menjadi 22.025 kasus pada akhir Mei tahun ini.

Dalam aksinya para pelaku menggunakan senjata tajam, potongan besi, hingga palu, dan berkeliaran di jalan-jalan di kota London untuk mencari mangsa. Mereka mencari calon korban yang membawa barang berharga, terutama telepon seluler.

Bahkan sekawanan penjambret yang berhasil diringkus di London mengaku dalam tiga minggu mereka bisa beraksi 100 kali di jalan. Atas perbuatannya mereka diganjar hukuman 18 tahun lebih.

Rata-rata pelaku berusia muda, antara 15 tahun dan 18 tahun, meski ada kasus lainnya pelaku berusia di atas 20 tahun dan 40 tahun. Lantaran sebagian diantaranya masih berusia di bawah umur, mereka dipenjara antara 4-5 tahun.

Menurut pengakuan salah satu kelompok pejambret, mendapatkan uang dalam jumlah besar dengan cara mudah membuat para pelaku seperti kencanduan untuk terus melakukan perampokan di jalan.

Tingginya aksi kejahatan jalanan ini mengundang keprihatinan pemerintah kota Manchester. Langkah kepolisian menumpas tindak kriminal di jalan yang terekam video di kota Manchester turut mendapat dukungan dari Parlemen dan masyarakat Inggris.

Dukungan juga mengalir di media sosial yang memuji tindakan pro-aktif Kepolisian , serta turut mendesak agar Kepolisian Metropolitan London dan kota-kota lain untuk menggunakan metode penangkapan serupa.

Tidak ada angka resmi untuk jumlah kejahatan moped yang terjadi di Manchester dan kota-kota besar lain di Inggris, namun Inspektur Kepala Tariq Butt, yang mengepalai Unit Penanganan Kejahatan Jalanan GMP, kasus tersebut mengundang keprihatinan besar, terutama banyak peristiwa terjadi di bagian barat laut kota Manchester.

Saking seriusnya terhadap kejahatan ini, GMP membentuk tim khusus yang mengendarai sepeda motor. Satuan anti-bandit ini diberi nama “Safer Roads Targeting Team” atau tim yang menargetkan jalan-jalan aman dari kejahatan.

 (kpl/nzr/crn)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-7-4
detail

BERITA POPULER