HOME » BERITA » TERNYATA, ORANG INDONESIA PILIH TUNDA BELI KENDARAAN BERMOTOR HINGGA 2021

Ternyata, Orang Indonesia Pilih Tunda Beli Kendaraan Bermotor Hingga 2021

Penelitian yang dilakukan kepada 68 orang menghasilkan bahwa mayoritas memilih menunda pembelian kendaraan bermotor. Mereka lebih memilih menyiapkan dana darurat di tengah pandemi COVID-19.

Rabu, 23 September 2020 17:15 Editor : Dini Arining Tyas
Ternyata, Orang Indonesia Pilih Tunda Beli Kendaraan Bermotor Hingga 2021
Ilustrasi pembelian mobil (Motoring Research)

OTOSIA.COM - Sebuah survei yang dilakukan oleh MarkPlus, Inc, menghasilkan bahwa masyarakat Indonesia memilih menunda membeli kendaraan bermotor hingga 2021. Hal itu lantaran adanya pandemi COVID-19.

Dilansir dari Merdeka.com, survei tersebut dilakukan kepada 68 responden di seluruh Indonesia. Responden juga merupakan orang yang sudah memilki kendaraan bermotor sebelumnya dan didominasi oleh orang yang tinggal di Jabodetabek.

"Penundaan pembelian kendaraan baru diprediksi terjadi hingga pertengahan tahun 2021. Sebanyak 44 persen responden menunda pembelian hingga kuartal dua tahun depan, 29 persen pada kuartal satu 2021 dan 19 persen berencana membeli kendaraan pada kuartal empat tahun ini," kata Senior Business Analyst MarkPlus, Inc. James Djoni dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor otomotif, Selasa (22/9/2020).

1 dari 2 Halaman

James mengatakan, mayoritas responden menunda pembelian di antaranya karena faktor keuangan. Sebanyak 87 persen menunda pembelian karena mempersiapkan dana untuk keperluan darurat, dan 31 persen responden pendapatannya terdampak pandemi.

Meskipun dalam keadaan sulit, peluang bagi pemain industri otomotif terbuka lebar pada aspek after sales dengan memberikan layanan yang prima dan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, penggunaan aplikasi mobile bagi dealer diharapkan oleh para pelanggan sebagai media untuk memeriksa ketersediaan spare parts yang ingin dibeli ataupun melakukan konsultasi virtual.

2 dari 2 Halaman

Dia mencatat, hampir 70 persen masih tetap rutin mencari informasi perihal otomotif melalui teman dan internet. Sementara pembelian sparepart dalam kategori fast moving seperti oli, baterai, kampas rem dan ban juga masih banyak dilakukan melalui dealer dibandingkan secara online.

"Saat ini, 63 persen responden yang juga pemilik kendaraan tetap melakukan servis rutin melalui bengkel resmi, bahkan jumlahnya meningkat jika dibandingkan pada masa awal PSBB diterapkan. Pelanggan diyakini tidak mau mengambil resiko terjadi kekurangan maupun kerusakan jika melakukan cek berkala di luar bengkel resmi," ungkapnya.

BERI KOMENTAR