HOME » BERITA » TEROBOS BANJIR BIKIN PROSES KLAIM ASURANSI TIDAK MULUS

Terobos Banjir Bikin Proses Klaim Asuransi Tidak Mulus

Musim hujan sudah mulai memasuki masa puncaknya di bulan Januari dan Februari sehingga hampir tiap hari terutama di kawasan Jabodetabek diguyur hujan, mulai dari intensitas ringan, sedang hingga lebat.

Rabu, 30 Januari 2019 15:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi mobil sedang terobos banjir (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Musim hujan sudah mulai memasuki masa puncaknya di bulan Januari dan Februari sehingga hampir tiap hari terutama di kawasan Jabodetabek diguyur hujan, mulai dari intensitas ringan, sedang hingga lebat.

Hujan yang cukup besar di beberapa daerah kerap menimbulkan genangan-genangan air hingga musibah banjir. Kendaraan bermotor adalah salah satu harta benda yang berisiko mengalami kerusakan akibat banjir akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu berkendara di musim hujan juga berisiko tinggi terhadap keselamatan di jalan raya.

Maka dari itu sedikitnya ada tiga hal yang harus dipersiapkan ketika menghadapi musim hujan. Pertama, pengendara harus memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berkendara, dan mengecek kondisi kendaraan mulai dari kondisi ban, lampu dan wiper.

Selanjutnya, kedua, pengendara juga harus memperhatikan kondisi tubuh. Pengendara harus berada dalam keadaan yang fit karena berkendara dalam kondisi hujan membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang lebih tinggi dibanding kondisi normal.

Kemudian yang ketiga yang tak kalah penting harus dipersiapkan oleh pengendara adalah perlindungan asuransi.

Pasalnya, meski sudah mengecek kondisi kendaraan dan menjaga kondisi tubuh, namun risiko bisa datang kapan saja. Apalagi di tengah musim penghujan seperti saat ini, sehingga pengendara harus memiliki perlindungan asuransi.

Menurut Business Development Division Head PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Tanny Megah Lestari, pemilik kendaraan sebaiknya menyiapkan asuransi yang memberikan perlindungan menyeluruh mulai dari kecelakaan di jalan raya, huru hara, kerusuhan, hingga perlindungan untuk pengemudi dan penumpang kendaraan tersebut.

Pengendara yang ingin mendapatkan perlindungan dari bencana alam bisa memperluas asuransinya dengan manfaat dari risiko bencana alam.

"Dengan perluasan bencana alam, pengendara bisa dijamin dari kerugian karena bencana alam, termasuk hujan es, banjir, dan lainnya. Tanpa adanya perluasan manfaat, maka tidak akan dijamin," kata dia.

Namun demikian, Tanny menyelipkan saran agar pengendara bisa mulus dalam melakukan klaim asuransi kendaraan bermotor. Hal tersebut adalah tidak memaksakan menyalakan kendaraan bermotor di tengah banjir.

Menurut Tanny, apabila terjebak di tengah banjir, pengendara jangan mencoba untuk menyalakan mesin mobil karena dapat mengakibatkan kondisi water hammer pada mesin yang akan memperparah kerusakan.

"Apabila berada di genangan air yang rendah, sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, tunggu hingga air surut dan menelpon pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki,"ucap dia.

Selain itu, pengendara sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Pasalnya, apabila sengaja menerobos banjir sehingga kendaraan menjadi rusak, maka kendaraan tersebut masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi.

Khusus untuk pemegang polis asuransi kendaraan bermotor Adira Insurance, proses klaim dapat melalui aplikasi di telepon pintar (smartphone) dengan nama Autocillin Mobile Claim.

"Pemilik kendaraan cukup memfoto bagian kendaraan yang rusak, lalu mengantar mobilnya ke bengkel. Apabila tidak memiliki waktu yang cukup ke bengkel, Adira Insurance siap melakukan pick up and delivery service untuk kendaraan pelanggan," jelas Tanny.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR