HOME » BERITA » TERSANDUNG REGULASI EMISI, SUZUKI CARRY FUTURA BERHENTI DIPRODUKSI?

Tersandung Regulasi Emisi, Suzuki Carry Futura Berhenti Diproduksi?

Kabarnya, beberapa mobil Suzuki akan disuntik mati lantaran tersandung regulasi emisi gas buang Euro4.

Rabu, 24 Oktober 2018 21:15 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi mobil Suzuki (theindiantelegram.com)

OTOSIA.COM - Per 1 Oktober 2018 lalu, pemerintah sudah menerapkan regulasi emisi Euro4 di Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Ternyata, tidak semua pabrikan di tanah air sudah siap menghadapi aturan tersebut, salah satunya Suzuki.

Dijelaskan Shodiq Wicaksono, Deputy Director Procurement, PPC, QA & DD Division PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Suzuki bukannya tidak siap, karena untuk seluruh mobil penumpang yang diproduksi lokal, seperti Ertiga, APV, dan Karimun Wagon R sudah memenuhi standar Euro4.

"Namun, kita memiliki kendala di mesin Futura yang masih Euro2. Kita mengajukan perpanjangan untuk bisa memakai mesin yang masih ada hingga Maret 2019. Bukan hanya Suzuki, ada juga Mitsubishi, Nissan, dan Daihatsu," jelas Shodiq dalam Liputan6.com.

Sementara itu, menurut Seiji Itayama, Presiden Director PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), pihaknya tetap mengikuti arahan pemerintah. Untuk mobil penumpang mulai Oktober sudah mulai Euro4. Tapi, untuk kendaraan komersialnya ditunda untuk enam bulan ke depan.

"Bukan belum ready, kita ready. Jangan lupa, kita juga ekspor ke mancanegara, termasuk Jepang dan lain-lain. Artinya, kita punya produksi bisa Euro4 bahkan Euro5. Ada isu seperti itu (belum siap), ya apa itu, tidak mungkin lah," tegas Itayama di tempat yang sama.

Melanjutkan hal tersebut, Shodiq mengatakan, kendala mesin Suzuki Carry Futura yang belum Euro4 karena mobil ini sudah berusia tua, yaitu 25 tahun. Sedangkan untuk meng-upgrade mesin, butuh investasi yang besar dan begitu juga untuk mengubah mesin berkode S15 yang dipakai Futura berstandar Euro4.

"Kalau engine kan tidak semata-mata hanya pasang ya, dan kalau kita ingin memindahkan engine butuh testing yang panjang. Bisa jadi kita testing selesai, Euro4 sudah mulai. Jadi, kita berpikir apa kita testing atau tunggu bulan April, disetop atau gimana," imbuhnya.

"Kita punya beberapa strategi, sehingga kita akhirnya mengajukan permohonan ke kementerian terkait untuk meminta tambahan waktu hingga April sehingga strategi kita bisa berjalan," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR