HOME » BERITA » TES PSIKOLOGI SEBAGAI SYARAT BUAT SIM, COCOK BUAT PENGEMUDI ANGKOT

Tes Psikologi Sebagai Syarat Buat SIM, Cocok Buat Pengemudi Angkot

Selasa, 26 Juni 2018 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Foto by Dimas Wahyu Trihardjanto

OTOSIA.COM - Wacana soal kewajiban tes psikologi dalam syarat pembuatan SIM ramai di masyarakat. Tes berbiaya Rp35.000 dalam proses pembuatan SIM ini sudah masuk tahap simulasi beberapa waktu lalu.

Sejumlah perwakilan klub mobil melihat tes psikologi menjadi hal yang krusial demi keselamatan berlalu lintas.

Satu pendapat lain pun diutarakan. Tes psikologi wajib ini sebetulnya cocok di masyarakat, dan lebih cocok lagi bagi para pengemudi angkutan umum.

"Kalau ke angkutan umum, ini tes psikologisnya penting. Ini karena dia bukan hanya mengemudikan kendaraannya, tetapi mengemudikan kendaraan angkutan umum yang dalam hal ini dia membawa banyak orang," begitu pendapat Bambang dari klub mobil Toyota Avanza Veloz, Velozity.

Menurut dia, para pengemudi angkutan kota atau angkot menghadapi hal-hal yang bukan hanya berurusan dengan skill berkendara. Membawa penumpang pun menjadi tantangan secara mental buat mereka.

"Jadi dari psikologinya dibutuhkan mental yang kuat. Efek beban penumpang yang dibawa, banyak hal yang membutuhkan (kecakapan) mental," ujarnya.

Dalam pandangan dia, yang membedakan tantangan mental antara pengemudi mobil pribadi dan pengemudi angkot atau kendaraan umum lainnya antara lain dalam urusan komunikasi.

"Pribadi perlu juga, cuma enggak seperlu pengemudi angkutan umum. Beda halnya jika pengemudi ngobrol dengan satu orang, dan ngobrol dengan banyak orang. Dibutuhkan mental yang kuat."

Reporter : Dimas Wahyu Trihardjanto

(kpl/why/ahm)

BERI KOMENTAR