HOME » BERITA » TESLA DITUDUH PERNAH TERLIBAT DALAM KUDETA NEGARA INI, GARA-GARA APA?

Tesla Dituduh Pernah Terlibat Dalam Kudeta Negara Ini, Gara-gara Apa?

Setelah dituduh memata-matai Cina, kini Elon Musk dan Tesla diduga terlibat dalam kudeta negara ini

Kamis, 25 Maret 2021 22:15 Editor : Ahmad Muzaki
Tesla Dituduh Pernah Terlibat Dalam Kudeta Negara Ini, Gara-gara Apa?
Elon Musk (Joe Raedle/Getty Images/AFP)

OTOSIA.COM - Belum selesai tuduhan memata-matai negara Cina, Tesla harus menerima tuduhan baru dari Presiden Bolivia, Luis Arce. Presiden 57 tahun itu menuding Elon Musk dan Tesla terlibat dalam kudeta pada tahun 2019 lalu untuk menggulingkan Presiden Evo Morales.

Disebutkan Carscoops, tuduhan ini diutarakannya pada konferensi pers bersama Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador. Ia beralasan jika penggulingan Morales karena soal uang dan keinginan Tesla atas cadangan lithium di Bolivia.

"Ada pernyataan dari calon wakil presiden Samuel Doria Medina yang menyebutkan akan sangat menarik jika Tesla bisa datang ke Bolivia untuk melakukan industrialisasi lithium. Beberapa minggu kemudian, pernyataan dari manajer senior Tesla diketahui di jejaring sosial yang mengatakan bahwa mereka akan melakukan kudeta jika diperlukan, "kata Arce.

1 dari 2 Halaman

Bahkan CEO Tesla, Elon Musk pernah terang-terangan mendukung kudeta terhadap Morales di Bolivia untuk mendapatkan lithium. Hal itu ia tulis saat menanggapi komentar netizen di Twitter pada 25 Juli 2020. Namun tweet kontroversial ini kemudian dihapus.

"Anda tahu apa yang tidak untuk kepentingan terbaik rakyat? pemerintah AS yang mengorganisir kudeta terhadap Evo Morales di Bolivia sehingga Anda bisa mendapatkan litium di sana," tulis seorang netizen.

"Kami akan mengkudeta siapapun yang kami inginkan! Atasi itu," ungkap Musk.

Carscoops.com

2 dari 2 Halaman

Sebenarnya, saat menjabat Morales sendiri sudah setuju untuk menasionalisasi cadangan lithium di negaranya. Bahkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan Jerman untuk produksi baterai. Sayangnya kerjasama ini tak pernah terwujud, sebab pemerintahan Morales digulingkan.

Morales sendiri terpaksa meninggalkan negaranya setelah pemilu 2019. Perhitungan suara diprotes bahkan pihak militer meminta Morales untuk pergi. Morales dan pendukungnya mengatakan bahwa hal ini merupakan kudeta, namun akhirnya jajaran pemerintahannya mengundurkan diri.

BERI KOMENTAR