HOME » BERITA » TESLA GUGAT PEMERINTAH AS AKIBAT TARIF IMPOR CHINA

Tesla Gugat Pemerintah AS Akibat Tarif Impor China

Tesla meminta pengadilan AS membatalkan kebijakan tarif yang diberlakukan untuk barang-barang yang diimpor dari China.

Jum'at, 25 September 2020 18:45 Editor : Dini Arining Tyas
Tesla Gugat Pemerintah AS Akibat Tarif Impor China
Tesla Model 3 (Carscoops)

OTOSIA.COM - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China berimbas kepada industri-industri yang menggantungkan diri pada kedua pasar itu. Termasuk pabrikan mobil asal Amerika Serikat, Tesla.

Kini Tesla dilaporkan menggungat tarif administrasi yang dicetuskan oleh Trump, terhadap berbagai barang yang diimpor Tesla dari China. Gugatan yang diajukan di Pengadilan Perdagangan Internasional AS itu menggugat pemerintah dan Perwakilan Dagang AS Robert Lightizier.

Dilansir dari Carscoops, Tesla mempermasalahkan aturan pajak yang disebut List 3 dan List 4. Tesla menginginkan pengadilan agar membatalkan kebijakan tersebut.

1 dari 2 Halaman

List 3 mulai berlaku sejak 2018 lalu dan mengenakan biaya 25 persen bea masuk pada barang impor senilai USS 200 miliar dari China. Sedangkan List 4 yang berlaku pada 2019 itu mengenakan tarif 7,5 persen atas barang impor dari China yang bernilai USD 120 miliar.

"Pengenaan bea List 3 dan List 4 dari perwakilan perdagangan AS itu sewenang-wenang dan berubah-ubah karena USTR tidak memberikan kesempatan untuk berkomentar, gagal mempertimbangkan faktor-faktor relevan ketika membuat keputusannya, dan gagal menarik hubungan rasional antara fakta yang ditemukan dan pilihan yang dibuat," ujar pengacara Tesla.

 

2 dari 2 Halaman

Pada aturan dalam kebijakan tersebut, ada ratusan item tertentu yang tercantu, tetapi gugatan Tesla tak dijelaskan bagian pasti. Administrasi Trump memberikan kelonggaran kepada Tesla untuk mengajukan pengecualian. Tesla diberikan keringanan untuk beberapa barang yang diimpor dari China. Seperti artificial grapfite, silikon oksidan dan bagian di pintu. Pengecualian itu berlaku hingga Agustus 2020.

Lalu, pabrikan mobil listrik itu juga mengajukan pengecualian pada tarif 25 persen untuk layar komputer dan infotainment Tesla Model 3. Pejabat Perdagangan AS pun menolak permintaan tersebut, mengklaim bahwa suku cadang tersebut menggunakan teknologi yang bisa mengganggu program keamanan nasional.

BERI KOMENTAR