HOME » BERITA » TESLA RILIS DATA MODEL 3 MILIK PEREMPUAN YANG SEMPAT PROTES SAAT SHANGHAI AUTO SHOW

Tesla Rilis Data Model 3 Milik Perempuan yang Sempat Protes saat Shanghai Auto Show

Tesla merilis data sistem pengereman Model 3 yang diklaim gagal berfungsi oleh seorang pemilik di China. Tesla juga menyebut data tersebut terenkripsi, sehingga tidak bisa diubah atau dihapus.

Kamis, 29 April 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tesla Rilis Data Model 3 Milik Perempuan yang Sempat Protes saat Shanghai Auto Show
Protes rem Tesla Model 3 tidak berfungsi (Carbuzz)

OTOSIA.COM - Berbicara soal Tesla, ada saja yang membuatnya kontroversial. Pada Shanghai Auto Show beberapa waktu lalu, seorang perempuan yang mengenakan kaos bertuliskan Rem Tesla Tak Befungsi membuat drama di stan milik Tesla.

Perempuan bernama Zhang Yazhou itu naik ke atap Tesla Model 3 yang sedan dipamerkan. Itu adalah bentuk protesnya lantaran rem Model 3 miliknya gagal berfungsi dan membuatnya mengalami kecelakaan.

Petugas keamanan kemudian segera mengamankan Zhang. Tesla sempat meminta maaf atas cara penanganan situasi di stan dan berjanji akan menyelidiki klaim perempuan tersebut.

1 dari 2 Halaman

(c) Tesla

Kini hasil penyelidikan itu dirilis untuk publik. Dilansir dari Carbuzz, melalui aun Weibo Tesla membagikan log data mobil tersebut.

Mobil itu melaju dengan kecepatan 119 kpj pada 30 menit sebelum kecelakaan terjadi. Beberapa saat sebelum tabrakan, mobil itu melambat menjadi sekitar 48 kpj.

Pada data itu juga diketahui rem dipakai lebih dari 40 kali dalam 30 menit sebelum tabrakan. Beberapa kali, mobil itu juga mencapai kecepatan 99 kpj.

2 dari 2 Halaman

Menurut pernyataan Tesla, tidak ada rekaman dashcam dari kecelakaan itu karena Zhang tidak pernah membuat folder khusus untuk video. Airbag samping juga tidak pernah digunakan karena tabrakan tidak pernah mencapai ambang  minimal yang diperlukan agar airbag itu mengembang.

Sementara itu, Zhang percaya bahwa Tesla memanipulasi data mobilnya untuk menutupi jejaknya sendiri. Tapi Tesla mengklaim bahwa itu tidak mungkin karena data kendaraannya direkam menggunakan teknologi enkripsi.

Artinya, data itu tidak bisa diubah atau dihapus. Tesla membalas klaim Zhang dengan data mentah yang ditafsirkan bahwa dia tidak mengoperasikan mobil pada batas kecepatan yang ditentukan.

BERI KOMENTAR