HOME » BERITA » REVIEW: TEST DRIVE XPANDER CROSS, MPV UNTUK MEREKA YANG BANYAK MAUNYA

Review: Test Drive Xpander Cross, MPV untuk Mereka yang Banyak Maunya

Dalam test drive, Mitsubishi Xpander Cross dapat menjadi rekomendasi buat mereka yang menginginkan MPV rasa SUV.

Senin, 31 Agustus 2020 13:15 Editor : Nazarudin Ray
Review: Test Drive Xpander Cross, MPV untuk Mereka yang Banyak Maunya
Mitsubishi Xpander Cross menerabas tanah becek dan bebatuan (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Panik gara-gara harus berhenti di tanjakan, tapi mobil aman diam tidak meluncur? Ini adalah anugerah. Tidak pijak rem, tidak juga tarik rem tangan, tapi mobil masih aman dalam kondisi miring. Begitulah yang terjadi manakala Xpander Cross transmisi otomatis harus berbagi jalan sempit arah wisata Gunung Pancar, Jawa Barat.

Ceritanya, jalanan umum itu adalah satu akses menuju tempat istirahat yang mengundang untuk dikunjungi - sekalipun berada di dataran tinggi. Namun dengan memanfaatkan jalan desa, akses tujuan yang sejatinya hanya punya lebar tiga meteran itu tidak hanya sempit tetapi juga curam.

1 dari 6 Halaman

Mitsubishi Xpander Cross (Nazar Ray)

Satu lagi, tidak jarang medannya rusak, seperti akses yang memudar sehingga menyembulkan bebatuan cukup tinggi dan pasti menjadi PR bagi mobil-mobil ber-ground clearence rendah.

Curam, tidak mulus, dan sempit. Maka beberapa kelokan di akses daerah Sentul itu pun memaksa dua mobil yang berpapasan untuk harus berbagi. Jika mobil yang turun kurang perhitungan dan telanjur makan jalan, salah-salah mobil yang menanjak diserang panik.

Katakanlah, pengemudi terlambat pindah kaki di pedal. Maka detik yang tersisa pada momen tersebut menjadi sangat-sangat vital.

 

2 dari 6 Halaman

Padahal, jangan lupa, berwisata apalagi bagi sebuah keluarga adalah hal yang lumrah. Apalagi berwisata ke dataran tinggi. Namun siapa sangka, perjalanan ke tempat yang umum semacam itu membuat keluarga harus berhadapan dengan marabahaya.

Pada sebuah Xpander Cross, Mitsubishi menyematan HSA (hill start assist). Komputer akan memberikan perintah berdasarkan sensor dalam hitungan milidetik. Jika sensor membaca gejala mobil meluncur saat panik di tanjakan ini terjadi, maka roda terkunci diam.

Barulah jika pengemudi siap mengambil kendali, dan siap gas. Power tergelontor dari mesin 4A91 1.5L MIVEC DOHC 16-valve--yang dalam versi matiknya sekalipun akan segera menyediakan torsi melimpah berdasarkan bejekan pedal

 

3 dari 6 Halaman

Maka, rasa pede dengan segera melunturkan kepanikan. Mobil aman tertahan, tenang melewati batu karena bodi ke tanah 225 mm (MPV paling jangkung), dan tenang menanjak dengan daya tarikannya.

Omong-omong soal tarikan, Xpander Cross memang unik. Dalam perjalanan di tol sebelum ajang tanjak-menanjak ini, mesin bertorsi maksimal 141 Nm pada 4.000 rpm itu menyediakan tarikan sesuai dengan kebiasaan.

Kalau kita biasa naik tenang, maka mesin naiknya pun pelan-pelan. Kalau terbiasa bejek gas sigap, maka entah mengapa rasa-rasanya jadi ingat mobil Jerman yang secara kultur doyan ngacir di awal.

Mitsubishi Xpander Cross (Nazar Ray)

 

4 dari 6 Halaman

Jalan berbatu

Itu baru di tol. Sebab sehari setelahnya, bejekan dan power tiba-tiba juga dirasakan bahkan di jalan jelek khas pinggir kota. Ibarat reli kecil-kecilan, kami menjajal trek tanah batu kering di kawasan Jakarta Utara, tepatnya di Marunda.

Dengan pemandangan tepi laut yang biru dan terik, roda dari velg 17 inci bawaan mementalkan kerikil-kerikil dan menerbangkan debu tanah saat gaspol. Memang pada akhirnya, kesenyapan bodi dan suspensi ditantang.

 

5 dari 6 Halaman

Mitsubishi sudah memperhitungkannya dengan memasangkan rebound spring. Kesannya, suspensi jadi rigid, tetap nyaman-nyaman saja sewaktu melewati gundukan-gundukan dalam kecepatan yang terukur.

Sementara itu, kesenyapan kabin tetap terjaga. Buktinya, audio via Bluetooth yang disalurkan nirkabel dari ponsel ke set speaker mobil tetap terdengar jelas. Kalaupun butuh atur volume, tinggal tekan tombol plus-minus di lingkar kemudi.

Bejek di tol, di tanjakan, dan di jalan berbatu nan jelek akan berimbas pada BBM? Mulanya kami pikir begitu.

 Mitsubishi Xpander Cross (Nazar Ray)

6 dari 6 Halaman

Namun, bicara konsumsi BBM, perjalanan Jakarta Utara-Jakarta Selatan-Pamulang-Bogor-Jakarta Utara pun seperti enggan membuat level bensinnya surut.

Alhasil, segala pengalaman ini membuat kami berkesimpulan, mobil ini cocok mereka yang banyak maunya. Mau asyik di jalan jelek, jalan tol, jalan menanjak, lengkap dengan segala fiitur mengikuti tren SUV untuk bertualang, dan pastinya tidak bikin kita repot memikirkan budget bensin.

BERI KOMENTAR