HOME » BERITA » TEST RIDE YAMAHA R25 FACELIFT DI SENTUL, BEGINI RASANYA GEBER HABIS 'SI BIRU'

Test Ride Yamaha R25 Facelift di Sentul, Begini Rasanya Geber Habis 'Si Biru'

Kamis, 08 November 2018 15:50 Editor : Cornelius Candra
Test ride Yamaha R25 di Sirkuit Sentul (Otosia.com/ Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Awal November 2018 ini akhirnya kesempatan datang untuk bisa menjajal langsung New R25 yang baru diluncurkan pada pertengahan Oktober lalu. Tidak tanggung-tanggung, Yamaha menyediakan edisi baru sport 250 cc-nya itu di sirkuit balap Sentul, Jawa Barat.

Itu artinya kesempatan terbuka lebar untuk menggeber habis aerodinamika fairing dan shockbreaker depan yang baru. Mesin baru? Yamaha sepertinya tidak mau kalah dengan motor sport 250 cc sejenis. Makanya perubahan di mesin DOHC ini pun dilakukan dengan hasil akhir perbandingan kompresi 11,6 : 1, daya maksimum 26,5kW/12000rpm, dan torsi maksimum 23,6Nm/10000rpm.

Waktu akhirnya tiba giliran, alur lintas paddock ke trek lurus pertama pun adaptasi terlebih dahulu. Cek-cek tuas kopling yang baunya masih baru, tunggingan, dan rasa-rasanya agak lebih leluasa karena tonjolan atas tangki berkurang.

Setelah masuk ke tikungan, motor rasanya lebih terkontrol. Tebakan pertama, ini karena fairingnya berubah. Efek dari aerodinamikanya bisa terasa di sini, baik di tikungan, kembali lurus, dan seterusnya.

Handling jadinya bisa dirasakan lebih nurut tapi terkontrol. Terutama pas tikungan, bantingannya didukung sama suspensi depan yang kini sudah model upside down. Perubahan bagian itu didukung sama diameter suspensinya yang kelihatan lebih besar dibanding yang lama.

Dua hal baru di luar mesin itu saja efeknya sudah lumayan. Soalnya R25 sendiri masih mempertahankan rangka diamond, sementara perubahan gigi mulus karena tetap memakai kopling basah multiplat.

Waktu masuk ke tikungan lagi, dua faktor tadi makin terasa. Lajunya terasa lebih enteng dan mencengkeram di aspal.

Nah, karena sudah pede usai beradaptasi, maka giliran melibas trek lurus. Puntiran gas dengan segera diikuti peningkatan rpm mesin. Dengan bodi yang rigid, 100 km/jam setidaknya terlibas masih dengan rasa tenang, tapi masih lanjut.

Angka di spidometer yang berbentuk digital bertambah, dan akhirnya menjelang garis akhir terlihat angka 165 km/jam. Lumayan juga. Angka ini lebih besar dari rival 250 cc yang pernah dijajal pula di Sentul.

Tapi memang tidak sepenuhnya R25 tunggangan ini utuh bawaan pabrik. Ban bawaan yang memang lebar sudah diganti dengan ban racing Pirelli Supercorsa. Ukurannya sih sama, 110/70-17 depan, 140/70-17 belakang.

Penggantian ban setidaknya bikin grip ke aspal lebih mencengkram makanya rider bakal lebih pede. Tapi unsur utama lainnya pasti lebih berperan, yang kalau dihitung-hitung bisa 8 km/jam kalau dibanding R25 versi sebelumnya.

Reporter : Nazarrudin Ray

 (kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR