HOME » BERITA » TILANG KNALPOT TANPA ACUAN ALAT, POLISI BERI TANGGAPAN

Tilang Knalpot Tanpa Acuan Alat, Polisi Beri Tanggapan

Viral kasus penilangan moge karena memakai kenalpot standar, polisi memberi penjelasan mengenai pengukuran kebisingan berdasarkan pendengaran.

Jum'at, 11 Juni 2021 16:15 Editor : Nazarudin Ray
Tilang Knalpot Tanpa Acuan Alat, Polisi Beri Tanggapan
Ilustrasi knalpot aftermarket (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Dunia saat ini memang secara serius meminimalkan polusi baik udara termasuk juga suara. Bahkan pabrikan knalpot sekelas SC Project dan lainnya beberapa tahun belakangan sudah menerapkan standar kebisingan yang diperbolehkan di wilayah hukum tertentu.

Di Indonesia sendiri, tilang knalpot racing memang masih menjadi perdebatan. Penilangan dilakukan berdasarkan bunyi yang didengar secara langsung, seperti yang terjadi belakangan ini melibatkan merek Ducati, dan tilang tersebut kemudian dibatalkan.

1 dari 3 Halaman

Banyak pihak berharap kepolisian dinilai masih melakukan tilang knalpot tanpa menggunakan alat pengukur desibel atau lainnya.

"Saat ini memang sebagian besar petugas masih mendengarkan secara visual, secara teknis alat ukur desibel yang ada masih terbatas," ujar Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono kepada Otosia.com kemarin (10/6).

Ia mengatakan, alat semacam itu belum diterapkan secara umum karena beberapa pelanggaran yang dilakukan penindakan bersifat spontan.

2 dari 3 Halaman

"Spontan pada saat petugas berada di lapangan. Kami akan terus lakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan," ujar AKBP Argo Wiyono.

Ia sebelumnya juga menjelaskan bahwa menilai hal ini terbilang kompleks. Sebab, sekalipun knalpot terlihat standar, modifikasi yang melanggar hukum bisa terjadi termasuk perubahan di sektor mesin.

"Jadi hal tersebut juga masih termasuk dalam Pasal 285 ayat 1 UU No 22 tahun 2009," ujarnya.

3 dari 3 Halaman

Pasal tersebut berbunyi bahwa setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan dipidana pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Persyaratan teknis dan laik jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban.

"Jadi walaupun knalpot standar kalau mesin dimodifikasi tidak sesuai spek pabrikan sehingga menimbulkan suara besar atau bising juga berpotensi menimbulkan polusi suara," ujarnya.

BERI KOMENTAR