HOME » BERITA » TILANG LENYAP, PELANGGAR LALU LINTAS BAKAL 'SUKA-SUKA GUE'

Tilang Lenyap, Pelanggar Lalu Lintas Bakal 'Suka-Suka Gue'

Peniadaan tilang langsung oleh petugas Kepolisian di jalan raya dikhawatirkan makin banyak menimbulkan pelanggaran lalu lintas.

Rabu, 27 Januari 2021 17:15 Editor : Nazarudin Ray
Tilang Lenyap, Pelanggar Lalu Lintas Bakal 'Suka-Suka Gue'
Ilustrasi pemotor memotong arah (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Sekalipun masih menjadi wacana, usulan Kapolri baru, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, mengenai peniadaan tilang secara langsung oleh petugas kepolisan di jalan menimbulkan polemik.

Secara garis besarnya, penilangan tetap berjalan secara elektronik seperti yang sudah diterapkan di Ibu Kota. Sementara itu, petugas kepolisian hanya akan mengatur lalu lintas.

Di sisi lain, banyak perilaku pengendara di Indonesia yang bersikap tertib jika ada petugas atau polisi lalu lintas. Jika tidak ada polisi yang berjaga, maka perilaku aslinya muncul, melanggar.

Chief Instructor of Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, pun memberikan tanggapan menyoal petugas yang tidak lagi melakukan penilangan fisik.

1 dari 3 Halaman

Dengan penilangan saja, iya mengiyakan, pengendara di Indonesia banyak yang berani melanggar. Maka sulit ditampik jika hal ini akan menimbulkan lebih banyak pelanggaran lalu lintas dan berimbas pada bertambahnya angka kecelakaan di jalan.

"Sepakat, kenaikan jumlah pelanggaran linear dengan kenaikan angka kecelakaan. Kecelakaan diawali dari pelanggaran," tekan Jusri.

Bicara fakta mengingat jumlah keberadaannya, pelanggaran lalu lintas lebih banyak dilakukan oleh sepeda motor. Misalnya, tidak pakai helm, melawan arah, menyerobot lampu merah, dan sebagainya.

 

2 dari 3 Halaman

Maka bukan tidak mungkin, kelak, akan banyak pemotor yang tidak memakai helm, melawan arah, dan sebagainya karena mengganggap polisi tidak bakal menilang. Jusri menyoroti bahwa problem ini terkait pula dengan nilai-nilai di masyarakat.

"Untuk masyarakat Indonesia, nilai-nilai kesadaran berlalu lintas masih sangat rendah. Tatib atau peraturan berlalu lintas equal polisi. Tidak ada polisi di jalan sama saja suka-suka gue," ujarnya.

 

 

3 dari 3 Halaman

Di Indonesia, kata dia, naluri liar atau perilaku tidak aman akan mudah ditemui manakala petugas tidak ada.

"Oleh karena itu, tingkat pelanggaran akan naik," tambah punggawa defensive driving training operator yang sudah ada sejak 1984 dan berkantor di Jl Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.

BERI KOMENTAR