HOME » BERITA » TIPS ANTI BINGUNG BELI MOBIL MESIN BENSIN, DIESEL, ATAU HYBRID

Tips Anti Bingung Beli Mobil Mesin Bensin, Diesel, atau Hybrid

Saat ini ada banyak pilihan mobil, yang mungkin semakin membuat bingung calon konsumen. Ada yang bermesin bensin, diesel, dan hybrid.

Sabtu, 23 Maret 2019 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi (Zing)

OTOSIA.COM - Semakin banyak pilihan mobil, justru semakin membuat bingung. Mau pilih yang mana.

Ini tak hanya soal merek tapi juga soal mesin. Memang kebanyakan konsumen lebih sering melihat dari merek dulu, mungkin kemudian soal kinerja dan segala macam penunjangnya.

Di pasaran otomotif saat ini, selain mesin bensin dan diesel, juga ada hybrid. Nah, bisa jadi ini makin bikin bingung. Mau mobil bermesin apa.

Ada baiknya saat bingung begitu, coba pertimbangkan beberapa hal. Melansir Zing, calon konsumen bisa mempertimbangkan dari sisi harga, konsumsi bahan bakar, kebiasaan berkendara, dan masa berlaku kendaraan.

Harga

Harga jelas harus menjadi prioritas, karena ini disesuaikan dengan berapa anggaran pembelian. Harga mobil pun disesuaikan dengan jenis bahan bakar yang digunakan.

Pada dasarnya semakin canggih atau semakin irit bahan bakar mesin mobil, semakin tinggi harga mobil. Harga mobil diesel akan lebih tinggi ketimbang bensin, meskipun memiliki fitur yang sama. Mobil hybrid bahkan lebih mahal dari keduanya.

Konsumsi Bahan Bakar

Perhatikan seberapa hemat mesin tersebut untuk soal kebutuhan bahan bakarnya. Pada umumnya, kendaraan diesel akan lebih hemat 30 persen ketimbang bensin. Sementara hybrid lebih ekonomis, butuh 1,2 liter untuk menempuh 100 kilometer saat uji coba.

Kebiasaan Berkendara

Mobil bermesin diesel cocok untuk berkendara jarak jauh. Konsumsi bahan bakar diesel baik, emisi CO2 juga lebih rendah ketimbang hybrid saat dipakai mengemudi terus menerus.

Tapi jika mobil nantinya hanya akan dipakai perjalanan jarak pendek setiap hari, mobil hybrid lebih unggul. Bagimana mesin bensin? Mobil bermesin ini cocok untuk perkotaan.

Masa Berlaku Kendaraan

Teknologi mobil semakin cepat berkembang. Tapi apakah teknologi itu masih cocok untuk beberapa tahun mendatang? Biasanya pertanyaan ini muncul dari calon konsumen hybrid, atau mungkin konsumen mobil listrik jika ada pilihan itu.

Jika begitu, coba pertimbangkan sekuat apa baterainya. Karena mobil jenis hybrid atau listrik bergantung pada baterai.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR