HOME » BERITA » TIPS LIBAS JALAN BERLIKU DAN NAIK TURUN AGAR TOURING ASYIK

Tips Libas Jalan Berliku dan Naik Turun Agar Touring Asyik

Touring sudah menjadi agenda wajib untuk komunitas motor. Ada beberrapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan touring sepeda motor.

Minggu, 13 Oktober 2019 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Tips Libas Jalan Berliku dan Naik Turun Agar Touring Asyik
Touring sepeda motor (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Touring sepeda motor bersama-sama teman sehobi biasanya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan bagi beberapa komunitas, touring sudah menjadi agenda kegiatan wajib. Apalagi jika touring dilakukan secara bersama-sama sambil menikmati keindahan alam saat perjalanan menuju kota tujuan.

Perjalanan saat touring tentunya bervariasi, bikers akan menemukan perjalanan yang berliku hingga naik turun. Untuk itulah perlu diperhatikan beberapa hal agar perjalanan touring menjadi aman dan nyaman karena hal paling diutamakan ketika touring adalah keselamatan berkendara.

Menurut Instruktur Safety Riding Development PT Daya Adicipta Motora, Janwar Hasan S, yang perlu mendapat perhatian saat ingin touring adalah mempelajari rute perjalanan yang menjadi tempat tujuan, mulai dari jarak tempuh hingga kondisi cuaca.

Jika kondisi perjalanan yang akan ditempuh adalah jalan yang menikung serta naik turun, penguasaan teknik dasar menikung sangat dibutuhkan sehingga perlu mengatur kecepatan saat melewati kondisi jalan menurun dan berbelok.

"Teknik berkendara aman merupakan hal penting yang wajib dikuasai oleh pengendara serta pastikan selalu menggunakan jaket dan helm," imbuh Janwar.

1 dari 1 Halaman

Jalan Berkelok dan Naik Turun

Tips Libas Jalan Berliku dan Naik Turun Agar Touring AsyikJalan Berkelok dan Naik Turun

Kemampuan lain yang dibutuhkan saat banyak jalan berkelok dan naik-turun, bikers wajib menggunakan rem belakang untuk mengatur keseimbangan motor dan hindari jari selalu bersiap pada tuas rem depan saat menikung.

Pasalnya, jika menemukan potensi bahaya secara mendadak, secara otomatis tuas rem depan akan tertarik oleh jari pengendara yang membuat roda depan sepeda motor tergelincir sehingga mengakibatkan kecelakaan.

"Disarankan kecepatan sepeda motor rata-rata antara 40-60km/jam dan tidak melebihi batas kecepatan pada rambu lalu lintas yang sudah ditentukan," ujar Janwar. Selain itu, hindari menyalip saat berbelok karena dapat terjadi potensi bahaya di area blind spot atau daerah yang berada di luar jangkauan pengawasan pengemudi.

Terakhir, cek kondisi kendaraan dan pastikan kendaraan yang digunakan untuk touring selalu dalam keadaan yang prima. Lakukan perawatan sepeda motor secara berkala di bengkel resmi sebelum melakukan perjalanan touring jarak jauh agar pejalanan aman dan nyaman serta selamat sampai tempat tujuan.

BERI KOMENTAR