HOME » BERITA » TIPS MENGOLEKSI DIECAST UNTUK PEMULA

Tips Mengoleksi Diecast Untuk Pemula

Mengoleksi miniatur kendaraan atau diecast merupakan aktivitas yang disukai kalangan pehobi.

Selasa, 12 Desember 2017 20:15 Editor : Fitradian Dhimas
Foto: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Mengoleksi miniatur kendaraan atau diecast merupakan aktivitas yang disukai kalangan pehobi. Tak jarang hobi ini dapat dijadikan sumber penghasilan yang menguntungkan. Namun, bagi Anda pemula yang baru memulai, terdapat banyak hal yang harus diketahui jika benar-benar ingin menekuni.

Salah satunya adalah jenis koleksi. Terdapat dua macam diecast, yakni collector item dan non collector item. Dalam menentukan jenis diecast tersebut, Rama selaku Founder Indonesia Diecast Syndicate mengatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi, seperti seri khusus, jumlah diecast dan sebagainya.

"Sebagai contoh Hotwheels dengan skala 1:64. Mereka mengeluarkan seri Fast and Furious sebanyak terdapat 8 mobil berbeda. Tapi dari 8 mobil itu hanya beberapa yg collector item, seperti Nissan GTR R34 yang dipake Bryan di FF2 warna silver garis biru. Di merek lain yaitu Greenlight, mereka buat skala lebih besar 1:43. Dengan mobil dan warna yang sama, belum tentu mobil itu termasuk ke collector item," jelas Rama.

Dengan menggunakan teknologi informasi saat ini, menurut Rama seharusnya tak sulit untuk mencari pengetahuan seputar diecast. Namun, dengan banyaknya kehadiran komunitas diecast, pemula juga dapat memanfaatkannya untuk mencari tahu.

"Tergantung komunitasnya juga sih, saya sendiri ikut beberapa komunitas, tapi yang banyak diskusi soal diecast juga tidak semua," jelas Rama.

Di samping jenis, Anda juga akan dihadapkan dengan pilihan membuka kemasan atau tidak. Memang diecast yang berada dalam kemasan memiliki nilai lebih tinggi dibanding yang tidak. Namun, hal itu kembali lagi kepada keputusan Anda sebagai pengoleksi.

"Dari kepuasan unboxing lebih seru, bisa lebih intim sama diecast dan puas melihat detail dari diecast itu sendiri," ucap Rendy.

Pilihan untuk membuka kemasan biasanya dilakukan oleh para kolektor yang tak berniat untuk menjualnya kembali. Namun, ada pula yang sengaja membuka sebagai kebutuhan fotografi.

"Ya pada dasarnya kalo kita unboxing terutama merk-merk tertentu yang sekiranya bisa kita jual lagi, sebaiknya kemasannya tidak apa-apain dan dirawat," jelas Rendy.

Untuk menjaga kemasan tetap dalam kondisi baik, Rama mengungkapkan terdapat teknik tersendiri saat membuka. Adapun teknik yang dimaksud dengan menggunakan aseton, sehingga kemasan dapat terbuka lebih rapi.

"Nge-lus itu sendiri awalnya berasal dari kata loose. Jadi diecast tanpa kemasan itu kita sebut loose. Merobek kemasan itu bukan masalah bagi sebagian kolektor. Malah jadi tantangan bagi teman-teman, buka atau enggak," jelas Rendy.

(kpl/fid/fdk)

BERI KOMENTAR