HOME » BERITA » TIPS PILIH JAKET MOTOR YANG COCOK UNTUK CUACA INDONESIA

Tips Pilih Jaket Motor yang Cocok untuk Cuaca Indonesia

Ternyata, pemilihan jaket motor untuk cuaca Indonesia yang cenderung berubah-ubah tak boleh sembarangan.

Kamis, 30 Juli 2020 17:45 Editor : Cornelius Candra
Tips Pilih Jaket Motor yang Cocok untuk Cuaca Indonesia
Yamaha NMax (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Indonesia merupakan negara tropis yang suhunya cenderung hangat sepanjang tahun. Hal ini rupanya membuat pemilihan jaket untuk para pengendara motor menjadi lebih sulit.

Pasalnya, jaket yang terlalu tebal dapat membuat badan cepat lelah lantaran berkeringat berlebihan. Sedangkan panas matahari atau pun suhu dingin saat malam berpotensi mengganggu kesehatan.

Karena itu, Otolovers tidak bisa sembarangan saat memilih jaket motor untuk pelindung tubuh sehari-hari. Tedy Suryadi, Brand Activation Respiro menyebut bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Untuk kondisi di Indonesia sebagai negara tropis, yang pertama kita harus tahu karakter cuaca. Kan di Indonesia ini, banyak kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang itu panas, di dataran tinggi cenderung lebih sejuk," jelas Tedy.

1 dari 2 Halaman

"Ini akan berbeda pemilihan jaketnya. Tapi, bisa kita kategorikan seperti ini, penggunaan untuk di daerah panas, pastikan bahan jaket tidak terlalu tebal, tapi tetap memiliki fitur anti angin atau windbreaker," tambahnya saat dihubungi redaksi Otosia.

Tedy menyebut bahwa jaket motor bukan melulu soal ketebalan bahan. Pasalnya, tingkat kelembaban di negara tropis cenderung tinggi, saat siang sangat terik dan justru dingin di malam hari.

"Jaket motor bukan soal tebal tipis bahan, tapi kemampuan dalam menghadapi perubahan cuaca. Contoh, saat berkendara pagi, siang, dan malam menggunakan jaket dengan karakteristik yang berbeda," terang pria yang akrab disapa Kang Tedy itu.

"Untuk penggunaan pagi atau malam, usahakan menggunakan bahan soft polyester dengan lapisan dalam bahan polar yang cukup tebal. Tapi saat siang, cukup gunakan jaket berbahan polyester yang di dalamnya menggunakan mesh atau jaring," ujarnya.

2 dari 2 Halaman

Ia pun menyarankan memilih jaket dengan fitur flow. Fungsinya ialah agar ada sirkulasi udara dan angin bisa masuk ke celah-celah yang berpotensi berkeringat atau panas. Lebih baik lagi jika ventilasi ini dapat ditutup dan dibuka sesuai kebutuhan penggunanya.

Sementara itu, saat malam hari, Otolovers bisa menggunakan jaket berbahan polar. Tak lupa, Tedy pun menyebut pentingnya fitur keselamatan, yaitu bagian reflektif agar lebih terlihat oleh pengguna jalan lain.

"Pastikan jaket motor memiliki fitur windproof, water-repelent untuk menjaga cipratan air atau saat gerimis kecil, dan juga breathable atau dapat mengeluarkan uap-uap panas dari tubuh," tutupnya.

BERI KOMENTAR