HOME » BERITA » TOL SOLO-KERTOSONO SEGERA RAMPUNG, WAKTU TEMPUH SURABAYA-SOLO TERPANGKAS

Tol Solo-Kertosono Segera Rampung, Waktu Tempuh Surabaya-Solo Terpangkas

Rabu, 07 Februari 2018 17:15 Editor : Fitradian Dhimas
Foto: Merdeka.com

OTOSIA.COM - Proses pembangunan jalan tol Solo-Kertosono ruas Solo-Ngawi ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan pada akhir Maret 2018. Ruas tol sepanjang 90 Kilometer tersebut merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Semarang-Solo- Surabaya. Kehadiran jalan bebas hambatan ini akan mempersingkat jarak tempuh.

Direktur Utama PT Jasa Marga Solo Ngawi, David Wijayatno mengatakan, beroperasinya jalan tol ini, Semarang-Solo atau sebaliknya yang biasanya memerlukan waktu 3-4 jam, bisa ditempuh dalam waktu 1 jam. Sedangkan Solo-Surabaya yang biasanya 7 jam bisa lebih singkat menjadi 3 jam.

"Dari sisi ekonomi, aksesibilitas yang semakin lancar ini akan mendongkrak perekonomian Solo dan sekitarnya. Contoh daerah yang sudah jadi adalah Cirebon, usai dioperasikannya tol Jakarta Cikampek," ujar David di Solo kepada Merdeka.com.

Pasca beroperasinya tol Jakarta Cikampek, pertumbuhan ekonomi daerah di sepanjang perlintasan jalan tol seperti di Bekasi dan Karawang maju pesat. Kemajuan yang terjadi baik dari sektor indrustri, investasi, dan pendapatan daerah. Harga tanah di daerah tersebut juga meningkat pesat. Begitupun dengan pertumbuhan ekonomi mikro masyarakat.

"Pertumbuhan dan pengembangan ekonomi pastinya akan mengarah pada konektivitas yang saling menopang antar daerah. Kota Solo telah menjadi salah kawasan ekonomi di Jawa Tengah. Pastinya akan diikuti dengan perkembangan ekonomi daerah-daerah yang terintregasi melalui jalan tol," jelasnya.

David mengemukakan, saat ini jalan utama tol Solo-Ngawi sudah selesai dan tinggal menyelesaikan overpass. Namun dengan sistem yang baru ini, dia optimis persoalan ganti untung lahan yang menghambat dapat segera diselesaikan. Apalagi, sekarang harga ganti untung yang dihitung oleh tim penaksir independen memperhitungkan semua aspek.

"Akhir Maret bisa selesai. Sekarang masalah pembebasan lahan relatif lebih lancar. Dengan harga ganti untung yang bagus ini banyak warga yang mau," katanya.

Ruas tol Solo-Ngawi itu akan dilengkapi 60 overpass, 20 overpass telah selesai dibangun dengan kondisi ideal. Sebanyak 33 overpass sudah dibangun tapi dalam kondisi belum ideal, dan tujuh sisanya belum bisa dibangun karena masih ada persoalan dalam pembebasan lahan masalah lahan.

"Tapi di awal memang tidak didesain begitu. Dari tujuh itu tiga overpass merupakan tambahan karena ada usulan dari warga. Oleh karena itu perlu revisi penetapan lokasi, jadi mungkin nanti dikerjakan sambil jalan," jelas David.

(kpl/fdk)

BERI KOMENTAR