HOME » BERITA » TOYOTA BEBERKAN PENYEBAB AIRBAG FORTUNER SETNOV TAK MENGEMBANG

Toyota Beberkan Penyebab Airbag Fortuner Setnov Tak Mengembang

Sabtu, 18 November 2017 09:15 Editor : Rohimat Nurbaya
Toyota Fortuner (Instagram/@toyotaid)

OTOSIA.COM - Toyota Astra Motor (TAM) angkat bicara soal kecelakaan yang menimpa tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Saat peristiwa itu terjadi, pejabat yang akrab disapa Setnov tersebut sedang menumpang Toyota Fortuner yang dikendarai wartawan Metro TV Hilman Matauch.

Pada saat kecelakaan terjadi, dalam video yang beredar airbag di mobil yang ditumpangi Setnov tidak terlihat mengembang. Akibat kecelakaan itu, Setnov harus dilarikan ke rumah sakit, kepalanya pun benjol. Lantas kecelakaan seperti apa yang bisa menyebabkan airbag fortuner mengembang?

General Repair Service Manager Workshop Department Technical Service Division di PT Toyota Astra Motor (TAM), Iwan Abdurahman menyebut, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan airbag di Toyota Fortuner mengembang.

"Jika tabrakan yang terjadi begitu besar, maka energi atau getaran tabrakan akan terus ke kabin dan dideteksi oleh sensor airbag. Artinya, tabrakan yang terjadi harus cukup kuat untuk mengaktifkan airbag tersebut," kata Iwan kepada Otosia.

Iwan menuturkan, airbag di Toyota Fortuner ini memiliki dua jenis sensor. Pertama, sensor depan yang terletak di sekitar headlamp. Kata dia, sensor ini akan mendeteksi tabrakan arah depan. Sementara sensor tengah terletak di dalam kabin, tepatnya di bawah lantai dan bawah audio.

Kemudian Iwan menambahkan, airbag di Fortuner sendiri terdapat beberapa jenis, misalnya seperti airbag pengemudi, penumpang depan, lutut, curtain, airbag samping, dan lain-lain. "Seperti yang dijelaskan di owner manual, kecepatan kendaraan yang menyebabkan airbag mengembang bisa berbeda-beda," jelasnya.

Kata dia, airbag Fortuner bisa mengembang tergantung jenis benda yang ditabrak. Semakin kokoh benda yang ditabrak, maka kecepatannya bisa semakin rendah "Kemudian apabila menabrak saat kondisi miring, dibutuhkan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan tabrakan frontal," jelasnya.

 (kpl/mat)

BERI KOMENTAR