HOME » BERITA » TOYOTA INDONESIA BIKIN MOBIL LISTRIK MULAI TAHUN DEPAN

Toyota Indonesia Bikin Mobil Listrik Mulai Tahun Depan

Untuk menekan harga, TAM akan mulai memproduksi mobil hybrid/elektrik secara CKD tahun depan.

Kamis, 04 November 2021 11:15 Editor : Arendra Pranayaditya
Toyota Indonesia Bikin Mobil Listrik Mulai Tahun Depan
Toyota Alpha hybrid (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

OTOSIA.COM - PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja meluncurkan Camry hybrid facelift. Mobil tersebut mendapatkan berbagai fitur baru, seperti head unit floating, T InTouch, dan Toyota Safety Sense (TSS).

Menariknya mobil itu justru mengalami penurunan harga, mengikuti pajak mobil baru berbasis emisi. Toyota Camry hybrid yang sempat dijual Rp 849 juta, sekarang bisa ditebus dengan harga Rp 767 juta.

1 dari 3 Halaman

Meski mendapatkan potongan cukup besar,  harga tersebut dinilai masih terbilang tinggi untuk mayoritas masyarakat Indonesia. Tawaran mobil ramah lingkungan termurah dari Toyota terbatas pada Corolla Cross hybrid. Itupun harganya masih di atas Rp 500 juta.

Harga mahal akibat mobil masih berstaus impor alias Completely Built Up (CBU). "Kita sekarang rata-rata product elektrifikasinya CBU, baik Toyota dan Lexus. Ada yang dari Thailand, ada yang dari Jepang," ungkap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director TAM.

2 dari 3 Halaman

Produksi CKD sebagai solusi

Untuk menekan harga, Anton mengatakan mulai tahun 2022 TAM akan memproduksi mobil berbasis listrik secara lokal atau Completely Knocked Down (CKD). Dengan demikian harga mobil listrik Toyota kedepannya bisa ditekan.

"Kita sudah commit akan membuat product-product ramah lingkungan yang lebih terjangkau di tahun depan. Kita akan buat lokalisasi, CKD untuk product elektrifikasi juga," ungkap Anton.

3 dari 3 Halaman

Anton tidak menjelaskan apakah produksi CKD ini sudah termasuk produk baru atau sebatas model hybrid yang sudah dijual di Indonesia saat ini.

"Mudah-mudahan dengan adanya product localized ini (jadi) ­win-win. Buat customer mereka akan mendapatkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia. Harapannya harga juga lebih terjangkau dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat tahun depan, sehingga industri otomotif di Indonesa menjadi lebih baik," tutupnya.

BERI KOMENTAR