HOME » BERITA » TOYOTA KEMBALI SINGGUNG MOBIL MURAH DAN RAV4

Toyota Kembali Singgung Mobil Murah dan RAV4

Tren SUV mendorong Toyota Indonesia kembali berbicara mengenai RAV4 dan mobil murah

Senin, 18 Mei 2020 15:15 Editor : Nazarudin Ray
Toyota Kembali Singgung Mobil Murah dan RAV4
SUV Toyota RAV4 (Toyota)

OTOSIA.COM - SUV Toyota berbasis Suzuki Vitara Brezza tengah ramai dibahas. Mobil yang disinyalir akan meluncur di India ini pun memicu rasa penasaran, apalagi Toyota Astra Indonesia mulai membuka wacana SUV baru.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, mengatakan bahwa tren SUV dan MPV di Indonesia pasca pandemi akan menunjukkan perubahan. Dengan budget yang tersisa saat ini, konsumen bakal beralih ke mobil dengan harga lebih murah.

"Memang situasi covid ini baru terjadi satu dua bulan ini ya, jadi memang situasi masih sangat dinamis, tapi kita lihat memang pada umumnya demand konsumen itu kalau saya katakan kalau MPV dan SUV mungkin ngak cuma itu tapi lebih ke arah seven seater jadi memang mobil-mobil dengan kapasitas lebih dan utility ini tetap menjadi demand dari konsumen," ujarnya.

1 dari 2 Halaman

Namun pihaknya memperhatikan bahwa tidak hanya di masa COVID-19, tapi beberapa tahun belakangan ini model atau styling SUV seperti menjadi salah satu permintaan dari pasar.

"Itu kenapa memang saya rasa tidak hanya Toyota tapi merek-merek lain, dan tidak hanya Indonesia tapi di seluruh dunia ya. Model-model atau desain-desain SUV ini juga semakin gencar-lah diperkenalkan dan juga diterima dengan baik oleh pasar," ujarnya mengarah pada SUV.

Terkait hal ini, ia pun ditanya mengenai RAV4. Sebab, SUV tersebut sejatinya merupakan mobil dengan jumlah edar cukup banyak di dunia, tetapi tidak kunjung dibuatkan versi Indonesia-nya.

"Saya pikir enggak cuma RAV4 tapi semua produk baru, semua produk line up itu pasti kita pelajari. Kebutuhan dari Indonesia kira-kira seperti apa sih di masyarakat, dan market Indonesia. Kemudian kita bicarakan dengan prinsipal bagaimana dengan produk avalibity-nya, apakah itu dari produksi dari Indonesia atau mungkin region termasuk Thailand atau mungkin dibawa dari Jepang.

2 dari 2 Halaman

Setelah poin-poin tersebut, mereka bisa mengetahui kebutuhan dari konsumen dan coba dicek apakah memang demand atau kebutuhannya memungkinkan untuk diperkenalkan. Lalu untuk memperkenalkan satu produk, walaupun jumlahnya sedikit, persiapannya cukup banyak.

"Mulai dari bengkel, mekaniknya, spare part, kita harus sediakan komunikasi promosinya, pendidikan dari front line kita dan lain-lain. Jadi, investasi dari perkenalan satu produk itu cukup besar," ujarnya.

Toyota Indonesia diakui sudah punya banyak pilihan. Kini mereka tengah melihat produk-produk baru mana yang bisa diperkenalkan, serta mereview juga pengembangan produk-produk yang sudah dan bagaimana penetrasinya di pasar.

"Jadi kombinasi dari studi itu, dan memag pada saat ini RAV4 belum lah menjadi salah satu produk yang kita masukkan di Indonesia berdasarkan dari studi tadi. Tapi tidak pernah menutup kemungkinan, jadi kalau memnag ke depannya produk ini semakin cocok dan sesuai dengan kebutuhan di Indonesia ya kenapa tidak kita perkenalkan," ujarnya.

BERI KOMENTAR