HOME » BERITA » TREN CUSTOM TIDAK BERGESER, BUILDER INDONESIA BUTUH IDE LIAR

Tren Custom Tidak Bergeser, Builder Indonesia Butuh Ide Liar

Minggu, 15 April 2018 11:00

Tren Custom Tidak Bergeser, Builder Indonesia Butuh Ide Liar
Foto by Nazar Ray
Editor : Dini Arining Tyas | Reporter : Nazzarudin Ray

Otosia.com - Dunia motor custom di Indonesia menggeliat dalam lima tahun terkahir dengan berbagai aliran. Selain pengaruh dari luar, ini tidak terlepas dari makin tumbuhnya bengkel-bengkel modifikasi di kota-kota besar di Indonesia.

Meski banyak aliran, tren custom di Indonesia 2018 tidak bergeser dari tahun lalu, masih seputar scrambler, café racer, tracker, dan bobber.

Modifikator Indonesia masih berkutat pada aliran yang ada, bahkan menurut builder kenamaan Bimo Hendrawan dari Bimo Custombikes Jakarta, penggarapannya masih terkesan bergaya “urakan”.

Hal ini ia lihat pada beberapa kontes motor custom di Indonesia, termasuk pada festival custom culture terbesar di Tanah Air Suryanation Motorland.

“Trennya kebanyakan masih gaya urak-urakan. Saya sarankan lebih baik punya ide liar lalu dituangkan karena itu yang akan menjadi ciri khas dirinya,” terang Bimo saat ditemui di sela-sela penjurian Suryanation Motorland Palembang, Sabtu (14/7).

Artinya, kata Bimo, builder Indonesia harus berani menuangkan ide-ide liar yang orisinil dan tidak selalu condong mengikuti tren. Pengaruh dari luar masih sah-sah saja sebagai inspirasi. Namun ide-ide liar menurutnya bisa menghasilkan penggarapan custom yang mengandung unsur seni tinggi.

Untuk mendapat jam terbang dan inspirasi, Bimo menyarankan builder lokal untuk ambil bagian dalam festival-festival custom di Indonesia.

“Tidak perlu minder. Dia harus ikut, jadi dia akan tahu apa kekurangannya. Bisa berkembang ide-idenya. Kita di Suryanation Motorland sebagai juri, ada tiga juri, juga akan membantu mengulas. Misalnya, konsepnya bagus, tapi finishingnya kurang. Nah di situ kita akan kasih masukan dan mentorin, jadi bukan menjatuhkan,” imbuh Bimo.

Suryanation Motorland yang mampir di sejumlah kota besar dapat dimanfaatkan builder lokal untuk berani tampil, sekaligus jadi media memperluas wawasan dan ide untuk mengarap motor-motor berikutnya.

“Jadi sebenarnya kita bukan cari yang paling cakep. Tapi di sini kita menyediaan banyak kelas karena tahun ini tema Suryanation Motorland adalah Live to Inspire. Jadi moto itu menginspirasi. Kalau tahun lalu kan Colaboration Bring Perfection. Jadi banyak piala yang bisa didapat di sini dan belum tentu dia bikin motor itu yang menilai kita,” ujarnya.

 (kpl/nzr/tys)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-4-15
detail

BERITA POPULER