HOME » BERITA » TREN MOTOR BEBEK AYAM JAGO MULAI HABIS?

Tren Motor Bebek Ayam Jago Mulai Habis?

Jum'at, 06 Juli 2018 10:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Dalam 5 tahun terakhir pasar bebek terus turun tergerus skutik. Hal yang sama nampak juga menimpa underbone model ayam jago yang kini trennya mulai menyusut. Konsumen cenderung lebih memilik motor matik, lantaran lebih praktis dan mudah dikendarai.

Di satu sisi, pasar jenis sport juga mulai bergerak sehingga makin mengubur bebek sport model ayam jago.

Lesunya pasar underbone model ayam jago dirasakan oleh Suzuki. Penjualan Suzuki Satria F150 kian mengecil. Bahkan jika dulu merajai penjualan Suzuki, saat ini volume penjualannya kalah dengan Suzuki GSX 150 dan Nex.

Misalnya hampir 7000 motor Suzuki yang terjual pada bulan Juni 2018, Satria hanya bertengger di urutan ketiga setelah GSX 150 dan Nex.

Kita di bulan Juni menjual sekitar 6.900 unit, hampir 7000 unit. Yang dominan sih dua model, GSX 150 dan Nex. Kebetulan Satria kita unitnya tidak terlalu banyak. Kalau cukup sih mungkin oke, kata Yohan Yahya, Marketing and Bussiness Development Head, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W di sela-sela halal bihalal bersama awak media di Jakarta, Kamis (5/7).

Suzuki mengakui permintaan terhadap Satria kian menyusut, sehingga volume produksi di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi, dikurangi.

Kalau di kita, faktor turunnya penjualan gara-gara produksinya memang tidak terlalu banyak. Demand turun, tapi on avarage kira-kira 2500 3000 unit masih bisa jual, terangnya.

Yohan mengakui, tren bebek sport ayam jago mulai habis sejalan dengan membesarnya pasar skutik dan jenis sport.

Kalau kita lihat sih, jika dicompare dengan 5 tahun lalu, atau 3 tahun lalu ini masalah tren aja sih. Ya kalau kita lihat memang (pasar) berubah, underbone backbone agak sedikit terhambat, pindah ke matik, ungkapnya.

Ia menampik jika kehadiran GSX 150 menjadi pukulan buat Satria dilihat dari kontribusi penjualan total Suzuki hingga bulan Juni. GSX pasarnya itu sport-lah, tapi pada larinya ke matik, pungkasnya.

Reporter : Nazarrudin Ray

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR