HOME » BERITA » TREN PENJUALAN MOGE TURUN, INI TANGGAPAN BMW MOTORRAD INDONESIA

Tren Penjualan Moge Turun, Ini Tanggapan BMW Motorrad Indonesia

BMW Motorrad Indonesia angkat bicara terkait turunnya tren penjualan moge.

Senin, 20 Juli 2020 14:15 Editor : Cornelius Candra
Tren Penjualan Moge Turun, Ini Tanggapan BMW Motorrad Indonesia
BMW F900R (Otosia.com/ Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Beberapa pabrikan telah mengakui bahwa tren motor gede (moge) di Indonesia tengah mengalami penurunan selama 2-3 tahun belakangan. PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menyebut hal ini disebabkan oleh hadirnya skutik gambot.

"Euforia motor sport 2 silinder memang terlihat turun sejak kehadiran skutik besar 150 cc di Indonesia mulai 2014. Pilihan semakin banyak dan itu memang berdampak," terang Michael C Tanadi, Deputy Head & Sales Promotion PT KMI.

Terkait hal ini, salah satu pabrikan yang fokus di segmen moge Tanah Air, BMW Motorrad Indonesia menjelaskan bahwa mereka tetap optimis. Terbukti, mereka terus merilis produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

1 dari 1 Halaman

BMW F900R

"Meskipun ada sinisme atau pun penurunan penjualan, yang paling penting bagi BMW Motorrad Indonesia harus optimis terus. Kami sebagai penikmat motor pun merasa senang dengan hadirnya produk-produk baru," terang Joe Frans, CEO BMW Motorrad Indonesia di sela peluncuran BMW F900R pada Jumat pekan lalu (17/7).

Selama pandemi COVID-19, setidaknya BMW Motorrad Indonesia telah merilis 2 motor baru. Pertama ialah BMW S1000XR yang terlahir sebagai sport-touring bike. Mesinnya berkonfigurasi 4-silinder inline 999 cc bertenaga 165 hp dan torsi 113,8 Nm.

Sedangkan BMW F900R menghuni segmen naked-bike. Motor baru ini mendapat asupan tenaga sebesar 105 hp dan torsi maksimum 92 Nm. Performa tersebut dihasilkan mesin 2-silinder inline berkapasitas 895 cc.

BERI KOMENTAR