HOME » BERITA » TREN PENURUNAN PENJUALAN MOBIL SEMESTER PERTAMA DI MASA PANDEMI

Tren Penurunan Penjualan Mobil Semester Pertama di Masa Pandemi

Meski penjualan mobil sempat stabil hingga Maret, namun pada bulan berikutnya penjualan mulai melorot. Penurunan terbesar pada semester pertama terjadi di periode Mei.

Rabu, 07 Oktober 2020 09:15 Editor : Nazarudin Ray
Tren Penurunan Penjualan Mobil Semester Pertama di Masa Pandemi
Grafik penurunan penjualan mobil nasional (Gaikindo/Lifepal.co.id)

OTOSIA.COM - Pandemi COVID-19 memberi tekanan terhadap banyak sektor industri, termasuk otomotif. Hal itu pun nampak jelas pada data penjualan mobil penumpang yang menunjukkan penurunan pada tahun 2020. Bahkan tahun ini diprediksi penjualan mobil nasional sulit untuk mencapai 600 ribu unit.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip lembaga riset Lifepal Technologies Indonesia menunjukkan bahwa, penjualan mobil penumpang di Indonesia pada tahun 2020 memang sangat lesu, terutama sejak pandemi mulai merebak bulan April. Padahal capaian Januari 2020 lebih baik dari pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun kategori passenger car atau mobil penumpang yang dimaksud adalah mobil sedan, mobil dengan sistem penggerak 4x2, 4x4, dan kendaraan bermotor hemat energi dan terjangkau.

Penjualan terbilang sempat stabil pada Januari hingga Maret 2020. Namun memasuki April 2020, penjualan mobil penumpang yang sebelumnya tercatat masih 61.922 unit di Maret, langsung anjlok 90,50 persen di April 2020 menjadi 5.885 unit.

1 dari 3 Halaman

Di Bulan Mei 2020, penjualan mobil penumpang kembali mengalami penurunan yaitu sebesar 63,21 persen dari bulan sebelumnya. Namun memasuki Juni, penjualan mulai terlihat mengalami kenaikan 244 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari 2.165 unit ke 7.452 unit.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan penjualan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya, justru minus 82,96%.

Dampak dari penurunan penjualan ini adalah maraknya diskon-diskon yang disediakan oleh para Agen Pemegang Merek (APM). Media massa pun cukup aktif memberitakan seputar diskon yang diberikan para dealer mobil.

 

2 dari 3 Halaman

Sementara itu salah satu brand roda empat yang sangat terpukul adalah Suzuki. Penjualan Suzuki diperkirakan turun 50 persen hingga akhir tahun. Suzuki mencatat sedikitnya penjualan mobil tahun ini dipengaruhi tiga periode, yakni awal pandemi, masa transisi, dan periode recovery.

"Pada periode adaptasi terjadi kondisi penurunan, kondisi negatif. Lalu periode kedua mulai membaik, semoga periode ketiga semakin membaik lagi," kata Donny Saputra, Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) belum lama berselang.

 

3 dari 3 Halaman

Menurut Donny faktor terbesar yang dapat mendongkrak pasar mobil nasional adalah kondisi ekonomi. Namun saat ini cenderung negatif. Kedua adalah stimulus produk berupa kehadiran model-model baru. Ini merupakan kewajiban dari produsen mobil untuk melakukannya. Terakhir adalah adanya stimulus dari pemerintah.

"Jadi apabila bulan September - Desember ini terdapat stimulus, maka akan mendorong tren positif. Terkait resesi, pastilah ada dampaknya, tetapi tinggal bagaimana kita meminimalisirnya saja," ujarnya.

BERI KOMENTAR